Bolivia iguncang upaya kudeta, pada Rabu (26/5/2024). Sejumlah pasukan militer dengan senjata laras panjang dan kendaraan lapis baja dilaporkan mengepung Istana Presiden dan Gedung Kongres yang berada di dekat alun-alun pusat Plaza Murillo di Ibu Kota La Paz. Foto: Aizar Raldes/AFP
Advertisement
Unit militer tersebut dipimpin oleh Jenderal Juan Jose Zuniga, yang baru-baru ini dicopot dari komando militernya. Foto: Aizar Raldes/AFP
Seorang saksi mata Reuters mengungkapkan sebuah kendaraan lapis baja menabrak pintu istana presiden dan tentara menyerbu masuk. Foto: Aizar Raldes/AFP
Presiden Luis Arce mengecam upaya kedeta militer tersebut. Dia menyerukan dukungan internasional internasional dan mengajak rakyatnya bersama-sama melawan kudeta.
“Rakyat Bolivia dipanggil hari ini. Kita membutuhkan rakyat Bolivia untuk berorganisasi dan melakukan mobilisasi melawan kudeta demi mendukung demokrasi,” kata Arce, sebagaimana dikutip Reuters. Foto: Aizar Raldes/AFP
Advertisement
Beberapa jam kemudian, seorang saksi mata Reuters melihat tentara mundur dari alun-alun dan polisi menguasai alun-alun. Lalu, pihak berwenang Bolivia dilaporkan menangkap Zuniga yang memimpin kudeta. Foto: Aizar Raldes/AFP
Di dalam istana presiden, Arce mengambil sumpah José Wilson Sanchez sebagai komandan militer, peran Zuniga sebelumnya. Dia menyerukan ketenangan dan ketertiban dipulihkan. Foto: Aizar Raldes/AFP
“Saya memerintahkan semua personel yang dimobilisasi di jalan kembali ke unitnya masing-masing,” kata Sanchez. “Kami memohon agar darah prajurit kami tidak tertumpah.” Demikian dilaporkan Reuters, pada Kamis (27/6). Foto: Aizar Raldes/AFP
Advertisement