FOTO: Kapal Batu Bara Yunani Meledak Dahsyat di Laut Merah Usai Dihantam Rudal Kendali Jarak Jauh Pasukan Houthi

Detik-detik meledaknya kapal batu bara Yunani sempat terekam kamera sebelum akhirnya tenggelam.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Reporter
FOTO: Kapal Batu Bara Yunani Meledak Dahsyat di Laut Merah Usai Dihantam Rudal Kendali Jarak Jauh Pasukan Houthi
FOTO: Kapal Batu Bara Yunani Meledak Dahsyat di Laut Merah Usai Dihantam Rudal Kendali Jarak Jauh Pasukan Houthi (Merdeka.com)

Detik-detik hancurnya kapal tersebut terekam dan dipublikasikan oleh kelompok Houthi di Yaman.

Ledakan dahsyat kembali mengguncang perairan Laut Merah ketika kapal Tutor milik Yunani yang membawa batu bara ditembak rudal oleh kelompok Houthi di Yaman. Foto: HOUTHI MEDIA CENTRE / Handout via REUTERS<br>
Dok. Istimewa
Menurut laporan yang dikutip dari Reuters, serangan terjadi pada 12 Juni lalu. Foto: HOUTHI MEDIA CENTRE / Handout via REUTERS<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kapal Tutor diserang dengan rudal yang dikendalikan dari jarak jauh dan berisi bahan peledak. Foto: HOUTHI MEDIA CENTRE / Handout via REUTERS

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dari potongan rekaman video yang dibagikan pada Kamis (20/6/2024) memperlihatkan kondisi kapal yang miring setelah dihantam rudal kenaali jarak jauh sebelum akhirnya tenggelam. Foto: HOUTHI MEDIA CENTRE / Handout via REUTERS

Kemudian kapal itu mengalami ledakan yang dahsyat dan kebakaran hebat. Foto: HOUTHI MEDIA CENTRE / Handout via REUTERS<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kapal tersebut diketahui membawa 22 awak kapal asal Filipina. 

Beruntung, seluruh awak kapal berhasil dievakuasi pada 14 Juni oleh otoritas militer setempat. Foto: HOUTHI MEDIA CENTRE / Handout via REUTERS

Kelompok Houthi menyatakan bahwa serangan mereka terhadap pelayaran internasional yang mengakses Terusan Suez melalui Laut Merah adalah bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza. Foto: HOUTHI MEDIA CENTRE / Handout via REUTERS
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mereka menuduh kapal yang diserang terkait dengan kepentingan Israel atau Barat, seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Foto: U.S. Naval Forces Central Command / U.S. 5th Fleet / Handout via REUTERS

Rekomendasi