Film Hind Rajab, Bocah Palestina yang Tewas Diberondong Peluru Israel Dapat Tepuk Tangan Terlama dalam Sejarah Venice Film Festival

Film itu menceritakan permohonan terakhir seorang bocah Gaza berusia lima tahun ini menerima standing ovation terpanjang dalam sejarah festival tersebut.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Film Hind Rajab, Bocah Palestina yang Tewas Diberondong Peluru Israel Dapat Tepuk Tangan Terlama dalam Sejarah Venice Film Festival
hind rajab (Reuters)

Dengan air mata dan teriakan “Free, Free Palestine” serta kibaran bendera Palestina, drama nyata The Voice of Hind Rajab, yang mengisahkan permohonan terakhir seorang bocah Gaza berusia lima tahun yang dibunuh secara brutal oleh pasukan Israel di Kota Gaza tahun lalu, mendapat tepuk tangan berdiri lebih dari 23 menit pada pemutaran perdananya di Festival Film Venice, Italia.

Dalam pemutaran perdana pada Rabu itu, dokudrama emosional ini berfokus pada rekaman dari Palang Merah Palestina, yang selama berjam-jam berusaha menenangkan Rajab saat ia terjebak di dalam mobil tempat bibi, paman, dan tiga sepupunya tewas akibat tembakan Israel.

Dalam rekaman asli dari serangan pada 29 Januari 2024, Rajab terdengar terisak sambil berkata kepada Palang Merah Palestina, “Tolong datang ke saya, tolong datang. Saya takut,” sementara suara tembakan terdengar di latar belakang.

Jasad Rajab ditemukan

hind rajab
hind rajab X

Setelah menunggu tiga jam, militer Israel baru mengizinkan sebuah ambulans dikirim ke mobil tempat Rajab berada. Namun, kontak dengan gadis itu terputus sesaat setelah ambulans tiba.

Beberapa hari kemudian, jasad Rajab ditemukan bersama kerabatnya. Jenazah dua petugas ambulans yang mencoba menyelamatkannya juga ditemukan di kendaraan mereka yang telah hancur.

Sutradara dokudrama ini, Kaouther Ben Hania, seorang keturunan Prancis-Tunisia, mengatakan kepada wartawan sebelum penayangan bahwa narasi media mengenai mereka yang tewas di Gaza sering dianggap sebagai “korban kerusakan tambahan”.

“Dan saya rasa itu sangat tidak manusiawi, itulah mengapa sinema, seni, dan segala bentuk ekspresi sangat penting untuk memberikan suara dan wajah bagi orang-orang itu,” ujar Ben Hania, seperti dilansir Aljazeera, Rabu (3/9).

Ibu Rajab, Wissam Hamada, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ia berharap film ini dapat membantu mengakhiri perang.

“Seluruh dunia membiarkan kami mati, kelaparan, hidup dalam ketakutan, dan terusir secara paksa tanpa melakukan apa pun,” kata Hamada lewat telepon dari Kota Gaza, tempat ia tinggal bersama putranya yang berusia lima tahun.

Pada Juni 2024, program Fault Lines Aljazeera menyelidiki serangan tersebut, memberikan rekonstruksi detail atas insiden itu bersama kelompok investigasi nirlaba Forensic Architecture dan Earshot, dan mengungkap bahwa sebuah tank Israel hanya berjarak 13 hingga 23 meter ketika menembaki mobil Rajab.

Hind Rajab
Hind Rajab X

Selain itu, laporan PBB pada Juli 2024 menyebut, dengan mengutip analisis forensik, bahwa mobil Rajab ditembaki dari “jarak yang sangat dekat menggunakan jenis senjata yang hanya dapat dikaitkan dengan pasukan Israel”.

Sementara itu, militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa pasukannya tidak berada dalam jangkauan tembak mobil tempat Rajab berada. Awal pekan ini, ketika kembali ditanya mengenai serangan tersebut, militer Israel menyatakan insiden itu masih dalam proses peninjauan dan menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Rekomendasi