Asal Usul Patung Liberty, Ini Sosok Perempuan Jadi Inspirasi Pembuatannya
Patung Liberty adalah simbol kebebasan yang dihadiahkan oleh Prancis kepada Amerika Serikat, dengan sejarah yang kaya dan mendalam.
Replika patung Liberty setinggi 24 meter di Brasil Selatan roboh akibat terjangan angin kencang. Video Patung Liberty roboh itu viral di media sosial.
Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 15 Desember 2025, di luar megastore Havan yang terletak di Guaba, Rio Grande do Sul, Brasil.
Dalam video berdurasi 12 detik tersebut, tampak bahwa patung itu awalnya miring sebelum akhirnya tumbang dalam waktu kurang dari lima detik. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Menurut laporan dari Indian Times pada Selasa, 16 Desember 2025, walikota Guaba, Marcelo Maranata, mengonfirmasi bahwa 'Patung Liberty' tersebut roboh akibat angin yang mencapai kecepatan antara 80 hingga 90 km/jam, dan berkat tindakan cepat dari staf Havan, tidak ada yang terluka.
"Pada Senin sore (15), kota kami diterjang angin kencang yang mencapai 80 km/jam. Sejak saat pertama, kami berada di jalanan untuk memantau situasi dengan cermat. Pertahanan Sipil dan Sekretaris Infrastruktur telah dimobilisasi sepenuhnya, menangani kejadian dan memastikan keselamatan penduduk. Jika terjadi keadaan darurat, hubungi Pertahanan Sipil di 199," ungkapnya dalam sebuah video di Instagram.
Manajemen Havan menyatakan bahwa Patung Liberty tersebut telah dipasang sejak tahun 2020 dan mematuhi sertifikasi teknis serta standar rekayasa yang berlaku. Perusahaan juga menegaskan bahwa fondasi patung setinggi 11 meter tetap utuh meskipun bagian atasnya roboh akibat angin yang ekstrem.
"Havan segera mengisolasi area dan mengikuti seluruh protokol keselamatan. Proses pembersihan puing dimulai beberapa jam setelah kejadian tanpa mengganggu operasional toko," tulis perusahaan dalam pernyataan resmi mereka.
Liberty digambarkan sebagai sosok perempuan yang teguh, penuh semangat, dan siap menyambut siapapun yang datang mencari kebebasan di tanah yang baru. Berikut ulasan lebih lanjut tentang sosok yang menginspirasi pembuatan patung Liberty, dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (17/12).
Asal Usul Patung Liberty
Patung Liberty, atau "Liberty Enlightening the World", adalah monumen ikonik yang melambangkan kebebasan dan demokrasi. Patung ini merupakan hadiah dari rakyat Prancis kepada rakyat Amerika Serikat sebagai peringatan seratus tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika.
Ide pembangunan Patung Liberty pertama kali diusulkan oleh Édouard René de Laboulaye pada tahun 1865. Ia terinspirasi oleh penghapusan perbudakan di AS dan hubungan erat antara Prancis dan Amerika.
Pematung Frédéric-Auguste Bartholdi kemudian mengembangkan desain patung ini, yang menjadi simbol harapan bagi banyak orang di seluruh dunia.
Ide dan Konsepsi Awal Patung Liberty
Ide untuk membangun Patung Liberty muncul pada tahun 1865 oleh Édouard René de Laboulaye, seorang intelektual Prancis. Laboulaye mengusulkan monumen ini sebagai hadiah untuk merayakan hubungan antara Prancis dan Amerika Serikat.
Inspirasi Laboulaye berasal dari penghapusan perbudakan di AS, yang mencerminkan cita-cita kebebasan. Bartholdi, yang hadir saat proklamasi Laboulaye, setuju untuk mengkonseptualisasikan patung ini.
Desain dan Simbolisme Patung
Bartholdi mulai mendesain Patung Liberty pada tahun 1870. Desainnya kaya akan simbolisme, seperti mahkota dengan tujuh duri yang melambangkan tujuh samudera dan benua. Tangan kanannya memegang obor, simbol kebebasan, sementara tangan kirinya memegang tablet yang bertuliskan tanggal Deklarasi Kemerdekaan.
Patung ini menggambarkan sosok wanita berjubah klasik, terinspirasi oleh dewi kebebasan Romawi, Libertas. Wajahnya dikatakan terinspirasi dari ibu Bartholdi, menambah kedalaman emosional pada karya ini.
Dia adalah representasi simbolis dari budaya Mesir, seorang wanita sederhana yang digambarkan dalam patung kolosal yang hampir terwujud. Meskipun kisah hidupnya tidak tercatat dengan jelas, keberadaannya mencerminkan kekuatan inspirasi dari berbagai budaya dan sejarah yang membentuk karya seni ikonik seperti patung Liberty. Dalam dirinya, kita melihat perpaduan antara kekuatan simbolisme, keindahan seni, dan kerjasama lintas-budaya yang mewarnai sejarah pembangunan patung ini.
Pembangunan di Prancis dan Penggalangan Dana
Pembangunan Patung Liberty berlangsung di Prancis antara tahun 1875 dan 1884, didanai oleh sumbangan rakyat Prancis. Bartholdi bekerja sama dengan insinyur Gustave Eiffel, yang merancang kerangka baja internal patung.
Patung ini terbuat dari lembaran tembaga yang ditempa dengan tangan dan dipasang pada kerangka baja. Lengan yang memegang obor selesai pada tahun 1876 dan dipamerkan di Pameran Centennial di Philadelphia.
Pembangunan Alas dan Pengiriman ke Amerika Serikat
Pemerintah AS bertanggung jawab untuk membangun alas patung, namun penggalangan dana mengalami kesulitan. Joseph Pulitzer memulai kampanye yang berhasil menarik lebih dari 120.000 kontributor.
Alas patung dirancang oleh arsitek Richard Morris Hunt dan dibangun di dalam dinding Fort Wood. Pada Juni 1885, patung yang telah dibongkar tiba di Pelabuhan New York dengan kapal fregat Prancis.
Peresmian dan Makna Berkelanjutan Patung Liberty
Patung Liberty diresmikan pada 28 Oktober 1886 oleh Presiden Grover Cleveland. Awalnya, obor patung tidak diterangi, namun mengalami modifikasi seiring waktu.
Pada tahun 1903, puisi "The New Colossus" karya Emma Lazarus dipasang di alas patung, memperkuat maknanya sebagai simbol sambutan bagi imigran. Sejak 1933, Patung Liberty dikelola oleh National Park Service dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1984.