Arkeolog di Inggris menemukan 924 gua di bawah kota Nottingham. Penemuan gua ini menunjukkan kota tersebut dibangun di atas batu pasir lunak, yang berarti bahwa gua-gua relatif mudah dipahat, dan banyak yang berasal dari periode abad pertengahan.
Arkeolog dewan kota Nottingham, Scott Lomax, meyakini ada lebih dari 1.000 gua di bawah kota tersebut.
"Saya merasa yakin bahwa dalam tahun depan, kita akan dapat mengatakan bahwa Nottingham memiliki lebih dari 1.000 gua yang mewakili 1.000 tahun sejarah," jelasnya, dikutip dari BBC, Rabu (9/4).
Di zaman dulu, gua-gua tersebut berfungsi sebagai ruang bawah tanah hingga tempat perlindungan dari bom. Sejak tahun 868, seorang biarawan Welsh bernama Asser menyebut Nottingham sebagai Tig Guocobauc, yang berarti "rumah" atau "tempat gua".
Lomax mengatakan sebagian besar gua di kota itu berada di bawah lahan milik pribadi, karena orang-orang biasanya menggali gua-gua itu untuk "memaksimalkan ruang" di tanah mereka.
"Misalnya, banyak pub di kota itu memiliki gua di bawahnya karena gua itu ideal untuk menyimpan bir," katanya.
"Saya telah memberi saran kepada pemiliknya agar mereka dapat membuat ruang permainan, atau bahkan ruang bioskop, untuk mengembalikan fungsi ruang bersejarah yang penting ini."
"Ruang-ruang itu mencerminkan banyak sejarah kota, dari masa lalu abad pertengahannya dengan industri seperti penyamakan kulit dan pembuatan malt... hingga aspek sejarah yang lebih baru, seperti menjaga (warga) tetap aman selama serangan udara."