Institut Media Digital Emtek (IMDE) bersama Rapi Films dan Screenplay Films menggelar diskusi film dan meet and greet berjudul 'Tunggu Aku Sukses Nanti' pada Rabu, 1 April 2026 di Studio 1 Indosiar. Acara ini menghadirkan Ardit Erwandha sebagai pemeran Arga serta Naya Anindita selaku sutradara untuk membahas proses kreatif di balik film tersebut.
Film Tunggu Aku Sukses Nanti sendiri mengangkat tema perjuangan, mimpi, cinta dan relasi keluarga yang dekat dengan kehidupan anak muda di Indonesia. Karakter Arga digambarkan sebagai representasi banyak orang, tentang tekanan hidup, kondisi keluarga, hingga pencarian jati diri di tengah berbagai latar belakang sosial.
Dalam sesi diskusi, Naya Anindita menjelaskan bahwa pendekatan cerita dalam film ini dibuat cukup personal dengan menggunakan sudut pandang karakter utama. Hal ini dilakukan agar penonton bisa lebih mudah terhubung secara emosional dengan cerita yang disampaikan. Salah satu adegan yang paling menantang adalah ketika karakter harus jujur dan meluapkan emosi kepada orang tua, yang menjadi titik penting dalam cerita.
Dari sisi produksi, film ini memadukan nuansa drama yang cukup berat dengan sentuhan komedi agar tetap terasa ringan dan relevan. Secara teknis, penggunaan pengambilan gambar yang fokus pada ekspresi, terutama dalam adegan keluarga di meja makan yang menjadi cara untuk menampilkan sisi rentan (vulnerable) dari karakter.
Advertisement
Karakter Arga dalam Film
Sementara itu, Ardit Erwandha mengungkapkan bahwa perannya sebagai Arga terasa cukup dekat dengan kehidupan nyata. Ia melihat karakter ini sebagai gambaran dari banyak orang yang sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Pengalaman selama proses syuting pun menjadi pembelajaran tersendiri baginya, hingga akhirnya merasa lebih lega setelah menyelesaikan peran tersebut.
"Relate banget. Selama proses syuting juga jadi banyak belajar, dan setelah selesai ada rasa lega," kata Ardit.
Diskusi juga menyinggung proses teknis di balik produksi film, termasuk penggunaan teknologi. Tim produksi diketahui tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif utama, namun tetap memanfaatkan perangkat lunak seperti StudioBinder untuk membantu penyusunan shot list dan storyboard.
Advertisement
Ruang Refleksi Bagi Peserta
Selain berbagi proses di balik layar, acara ini juga menjadi ruang refleksi bagi peserta mengenai makna 'proses' dalam meraih mimpi. Pesan yang disampaikan cukup sederhana namun kuat: setiap perjalanan punya waktunya masing-masing, dan kegagalan bukan alasan untuk berhenti.
Melalui kegiatan ini, IMDE ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan industri kreatif. Tidak hanya sebagai hiburan, film diharapkan bisa menjadi medium untuk memahami realitas sosial sekaligus refleksi diri, terutama bagi generasi muda yang sedang menjalani proses meraih mimpi.