Setelah Ibadah Haji, Ivan Gunawan Pilih-Pilih Teman Sejak Makin Religius, Hanya Ingin Bergaul dengan Orang Baik

Igun telah mengambil keputusan untuk lebih religius dalam menghadapi lingkungan pertemanannya.

Sahal Fadhli
Oleh Sahal Fadhli - Reporter
Setelah Ibadah Haji, Ivan Gunawan Pilih-Pilih Teman Sejak Makin Religius, Hanya Ingin Bergaul dengan Orang Baik
Ivan Gunawan Pilih-Pilih Teman Sejak Makin Religius, Hanya Ingin Bergaul dengan Orang Baik (instagram.com/ivan_gunawan)

Transformasi yang dialami oleh Ivan Gunawan tidak hanya melibatkan aspek spiritual dan keuangan, tetapi juga berpengaruh pada lingkaran sosialnya.

Kini, desainer tersebut lebih berhati-hati dalam memilih teman sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan kualitas dirinya. Dalam sebuah acara yang berlangsung di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu (12/7/2025), Ivan Gunawan menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya lingkungan dalam membentuk karakter individu.

Ia percaya bahwa lingkungan yang positif dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan pribadi seseorang.

Menurutnya, perubahan dalam dirinya tidaklah dipaksakan. Segala sesuatu terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, yang memotivasi dirinya untuk menjadi lebih bijaksana.

"Nggak ada yang dibuat buat sih ya, sebenarnya nggak ada yang dibuat-buat. Ya kalau misalnya alhamdulillah semakin tua bisa semakin bijaksana, semakin wise kan alhamdulillah," ujarnya.

Ia merasa bahwa setiap fase kehidupan membawa pelajaran berharga yang membentuk karakter dan kebijaksanaannya. Dengan bertambahnya usia, ia berusaha untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik.

Seorang pria yang berusia 43 tahun menyadari bahwa setiap individu memiliki cara yang unik untuk mencapai kebijaksanaan. Meskipun demikian, ia percaya bahwa salah satu aspek penting dalam proses tersebut adalah berusaha berada di lingkungan yang mendukung dan positif.

"Cara orang menyikapi untuk kebijaksanaan itu memang beda-beda caranya ya," tambahnya. Dengan demikian, ia menekankan pentingnya pengaruh lingkungan dalam membentuk pola pikir dan kebijaksanaan seseorang.

Igun memberikan sebuah analogi yang cukup sederhana. Ia berpendapat bahwa untuk menjadi orang yang baik, seseorang perlu bergaul dengan individu-individu yang memiliki karakter baik. Hal ini juga berlaku sebaliknya, di mana lingkungan pergaulan sangat memengaruhi sifat dan perilaku seseorang.

"Ya kan namanya kalau kita mau jadi orang baik ya mainnya harus sama orang baik, iya kan?" ujarnya dengan nada retoris. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan Igun bahwa interaksi sosial dengan orang-orang yang positif dapat membantu seseorang mengembangkan sifat baik dalam dirinya.

Ia memberikan ilustrasi yang lebih jelas untuk menegaskan maksudnya. Lingkungan sosial dianggap memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan hidup seseorang.

"Kalau kita mau jadi pemabuk ya kita mainnya sama pemabuk, kalau kita mau jadi pemakai narkoba ya kita mainnya pemakai narkoba, supaya dapat barangnya gampang," jelas Igun.

Dengan demikian, pilihan teman dan lingkungan sekitar sangat berperan dalam menentukan keputusan dan perilaku individu. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk memilih pergaulan yang positif agar dapat mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

Rekomendasi