Cut Syifa menghadapi tantangan dalam sinetron "Cinta di Ujung Sajadah": jangan biarkan kesedihan terasa monoton.
Serial terbaru SCTV berjudul 'Cinta di Ujung Sajadah' menceritakan usaha Rindu untuk memperoleh hak asuh anaknya.
Cut Syifa tengah merasakan kebahagiaan. Hal ini disebabkan oleh kesuksesan sinetron terbarunya, Cinta di Ujung Sajadah, yang diadaptasi dari novel populer karya Asma Nadia dengan judul yang sama. Sinetron ini berhasil meraih rating dan share yang tinggi di awal penayangannya.
Dalam sinetron SCTV ini, Cut Syifa berperan sebagai Rindu, yang harus menghadapi berbagai ujian hidup, mulai dari trauma akibat hampir menjadi korban pelecehan seksual hingga fitnah dari orang yang tidak dikenalnya. Selain Cut Syifa, Cinta Di Ujung Sajadah juga didukung oleh penampilan Zikri Daulay, Achmad Megantara, Tsania Marwa, dan aktris senior Minati Atmanegara.
Karakter Rindu merupakan tokoh utama dalam sinetron ini.
"Setiap karakter itu punya tantangan tersendiri walaupun terlihatnya dia sedih, sedih juga. Tapi setiap karakter punya alasan sendiri kenapa dia sampai di titik itu. Traumatisnya karena apa, sedihnya karena apa," ungkapnya.
Dengan berbagai latar belakang yang kompleks, setiap karakter dalam sinetron ini berusaha untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Penonton pun disuguhkan dengan kisah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran hidup yang berharga.
Usaha Rindu untuk Mempertahankan Hak Asuh Anak
Dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube SCTV pada hari Jumat, 28 Februari 2025, Cut Syifa mengungkapkan bahwa peran Rindu sangat menantang. Ia sering menghadapi berbagai ujian hidup yang membuatnya merasa sedih, namun Cut Syifa menyadari bahwa ia tidak boleh hanya menampilkan kesedihan yang gitu-gitu aja.
"Justru itu menjadi pengalaman dan tantangan buat aku pribadi. Bagaimana memerankannya supaya tidak monoton sedihnya. Cukup berbeda karena ini pertama kalinya aku mendapat peran seperti ini. Berbeda dari judul-judul sebelumnya," urai Cut Syifa.
Wanita yang Berani dan Tangguh
Karakternya adalah seorang perempuan yang tangguh dan berdaya juang. Ia telah menghadapi berbagai ujian dalam hidup, mulai dari sebelum menikah hingga setelahnya.
"Sangat jelas bahwa ia mengutamakan keluarganya dan penuh kasih sayang terhadap mereka," kata Cut Syifa. Cinta di Ujung Sajadah pertama kali ditayangkan di layar kaca Satu Untuk Semua pada tanggal 26 Februari 2025 pukul 20.05 WIB. Begitu tayang, kisah hidup dan cinta Rindu langsung menyentuh hati para penonton.
Kerinduan dan Luka dari Masa Lalu
Bagi Cut Syifa, cerita Rindu bukan sekadar tayangan di televisi. Ada banyak pelajaran berharga yang dapat diambil oleh dirinya dan penonton di rumah. Ketika hidup terasa berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin ujian dari masa lalu akan kembali menghampiri. Oleh karena itu, diperlukan ketahanan hati yang kuat. Cut Syifa menjelaskan, "(Rindu) sempat punya trauma di masa lalu karena hampir dilecehkan sama laki-laki yang tidak bertanggung jawab tapi, akhirnya bertemu Fauzan dan disembuhkan luka itu. Dia (mencoba) membangun masa depan yang baru sama Fauzan," pungkas Cut Syifa.
Serial Cinta di Ujung Sajadah tidak hanya menawarkan hiburan yang menyentuh, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang mendalam. Selain menampilkan kisah cinta, tayangan ini juga mengangkat isu-isu penting seperti perjuangan seorang ibu, kesalahpahaman, dan pentingnya komunikasi dalam sebuah hubungan. Dengan alur cerita yang menarik, penonton diajak untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan yang seringkali terlupakan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1552972/original/096140400_1490953462-INFOGRAFIS_Indeks_Kualitas_Penyiaran_-_REV2.jpg)