Oki Setiana Dewi membagikan pengalamannya selama tinggal di Mesir. Selama setahun terakhir, kakak dari Ria Ricis ini menetap di Mesir untuk melanjutkan pendidikan S1.
"Tak terasa saya sudah setahun tinggal di Mesir. Saat ini saya mengambil kuliah lagi S1 jurusan Ushuludin di Universitas Al Azhar, Mesir. Alhamdulillah hari-harinya berisi belajar dan belajar," ungkap Oki Setiana Dewi belum lama ini, dikutip Senin (9/6).
Oki Setiana Dewi merasa tidak mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ia menghabiskan waktu sehari-hari untuk belajar, sambil menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya.
"Saya punya banyak waktu fokus belajar. Adaptasi sih enggak terlalu susah. Alhamdulillah anak-anak cepat, terbiasa Bahasa Arab dan Bahasa Inggris," kata Oki.
Advertisement
Pengalaman Oki Setiana Dewi saat belajar di Mesir menjadi salah satu bentuk culture shock yang nyata. Di negara tersebut, metode pembelajaran yang dominan menghafal, yang digunakan baik untuk mengingat Al-Qur'an maupun hadis.
"Saya menempuh pendidikan seluruhnya di Indonesia, berbeda ternyata. Di Mesir S1 semuanya menghafal, hapal Al-Qur'an, hadis, semuanya serba menghafal. Sempat syok awal-awal, ya, karena banyak. Karena saya belajar agama jadi banyak menghafal perkataan ulama, hadis. Makanya enggak ada waktu selain belajar," ungkap Oki Setiana Dewi.
Advertisement
Oki Setiana Dewi mengungkapkan masyarakat Mesir cenderung berbicara dengan nada yang lebih tinggi. Di sisi lain, orang Indonesia dikenal sebagai pribadi yang sopan dan ramah.
"Orang-orang di Mesir memang agak lebih bersuara lebih tinggi. Orang-orang Indonesia di Mesir terkenal sebagai orang lemah lembut, adem ayem, sopan santun, baik hati, sabar. Ya setiap negara beda-beda, jadi anak-anak bisa belajar budaya berbeda," cerita Ok.
Advertisement
Oki Setiana Dewi menjelaskan perbedaan waktu di Mesir membuat suasana malam menjadi lebih hidup. Terutama pada musim panas seperti saat ini, waktu untuk melakukan salat Isya jatuh sekitar pukul 10 malam.
"Kalau di Mesir makin malam makin ramai, musim panas ini isyanya jam 10 malam. Di taman sampai jam 12 malam. Di Mesir biasanya belajar sebentar habis itu libur musim panas empat bulan. Anak-anak senang, di sana ramai dan aman kalau kita jalan di malam hari," pungkas Oki Setiana Dewi.