Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengaku lega setelah mendapat laporan realisasi investasi 2021 mencapai Rp901,02 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu hanya Rp900 triliun.
Salah satu indikator keberhasilan yakni berkat realisasi investasi pada kuartal IV 2021 sebesar Rp241,6 triliun. Capaian itu tumbuh 11,6 persen dari kuartal III 2021, dan naik 12,5 persen secara tahunan (year on year/YoY) dari periode sama tahun sebelumnya.
Secara porsi untuk kegiatan industri, Bahlil menyebut, pemasukan investasi terbesar berada di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp34,8 triliun.
Menurut dia, capaian tersebut jadi bukti bahwa kebijakan larangan ekspor bahan mentah yang digaungkan Jokowi tidak sia-sia. Program hilirisasi industri, khususnya pada industri logam rupanya turut disambut investor asing maupun lokal.
"Artinya, investasi ini sudah mendorong kepada hilirisasi. Untuk menciptakan nilai tambah dalam rangka mengantisipasi terjadinya industrialisasi," ujar Bahlil dalam sesi teleconference, Kamis (27/1).
Secara peringkat, porsi investasi untuk industri perumahan, kawasan industri dan perkantoran berada di posisi kedua dengan nilai Rp28,6 triliun. Disusul pertambangan sebesar Rp28 triliun, selanjutnya transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp27,3 triliun, serta terakhir listrik, gas dan air sebesar Rp22,3 triliun.
"Dulunya, di tahun 2020, transportasi, gudang dan telekomunikasi ini nomor satu. Sekarang sudah berubah nih jadi industri logam," kata Bahlil.
"Saya ingin katakan, bahwa memang didorong untuk sektor-sektor manufaktur untuk memberikan nilai tambah. Ini terkonfirmasi dengan peta yang masuk sekarang," tandasnya
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com