Bank Indonesia dan Asian Development Bank (ADB) menyebut pentingnya reformasi struktural bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia. Hal ini diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, kebijakan moneter dan fiskal terutama ditujukan untuk menyokong permintaan. Namun, permintaan tidak dapat dioptimalkan apabila permasalahan struktural tidak diselesaikan dengan baik.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi global, peningkatan kekuatan ekonomi domestik menjadi sangat penting, salah satu caranya dengan meningkatkan potensi pertumbuhan domestik," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/3).
Menurutnya, saat ini merupakan saat yang tepat bagi otoritas di negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk berfokus kepada reformasi struktural demi meningkatkan pertumbuhan yang berkesinambungan.
Sejalan dengan reformasi struktural, kedua lembaga negara ini juga menyoroti permasalahan ekonomi di provinsi. Hambatan utama ekonomi daerah untuk tumbuh sesuai kapasitas perekonomiannya, menyebabkan rendahnya investasi di suatu wilayah, serta seberapa besar dampak dari suatu kebijakan pembangunan terhadap perekonomian nasional dan daerah.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376288/original/047597200_1792327176-WhatsApp_Image_2026-10-18_at_19.26.47__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347211/original/045895600_1789284398-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_11.16.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293440/original/090158600_1783706879-Bali_PSEL.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4336003/original/049597500_1677210590-Ajay_Banga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376555/original/079088200_1792381016-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_09.14.40.jpeg)