Synchronize Fest Bawa Berkah, Jualan UMKM Naik 130 Persen

Festival musik Synchronize Fest 2026 menjadi ladang cuan bagi pedagang makanan. Aldi mengaku penjualannya meningkat hingga 130 persen, dengan pecel dan kerak telor menjadi menu yang paling diburu pengunjung.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani- Reporter
Synchronize Fest Bawa Berkah, Jualan UMKM Naik 130 Persen
UMKM Festival musik Synchronize Fest 2026.

Riuh panggung dan padatnya pengunjung Synchronize Fest 2026 tak hanya membawa kemeriahan bagi penikmat musik, tetapi juga menjadi peluang cuan bagi pedagang makanan. Di tengah riuhnya festival, Aldi mengaku penjualannya meningkat hingga 130 persen dibandingkan hari biasa.

Pedagang yang berjualan di Gambir Expo, Jakarta, itu menyebut tingginya aktivitas pengunjung turut mendongkrak permintaan makanan selama festival berlangsung. Pengalaman tersebut bukan kali pertama baginya, sebab Synchronize Fest tahun ini menjadi acara kelima yang diikutinya untuk berjualan.

“Jauh sih kalau harus dibandingin. Kalau event-event gini kan satu konser, panggung langsung disatuin semua. Jadi jauh perbandingannya sih, 130 persen,” kata Aldi saat ditemui pada hari kedua Synchronize Fest.

Aldi menjajakan sejumlah menu, mulai dari pecel, kerak telor, mendoan, hingga makanan lainnya. Dari berbagai pilihan tersebut, pecel dan kerak telor menjadi primadona yang paling diminati pengunjung.

Menurut Aldi, pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam menikmati pertunjukan musik membutuhkan makanan untuk mengisi tenaga. Kondisi itu turut membuat dagangannya ramai diserbu pembeli.

“Paling karena udah kayak konser-konser gitu, jadi pada capek, lapar juga, makanya kebanyakan makanan, kayak kerak telor sama pecel,” ujarnya.

Pecel dan Kerak Telor Ludes Saat Jam Ramai

UMKM Festival musik Synchronize Fest 2026.
UMKM Festival musik Synchronize Fest 2026.

Lonjakan permintaan tak jarang membuat persediaan makanan Aldi menipis, bahkan habis. Ia menyebut waktu paling ramai untuk berjualan biasanya berlangsung pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, ketika pengunjung semakin banyak mencari makanan di sela-sela pertunjukan.

Saat stok tak lagi mencukupi, Aldi akan meminta tambahan persediaan kepada bosnya agar tetap bisa melayani pembeli.

"Pernah. Jadi kita nanti langsung minta stok lagi, sama bos dianterin lagi," kata Aldi.

Di balik ramainya pembeli, pedagang tetap harus memperhitungkan biaya produksi. Aldi menyebut pecel menjadi menu dengan kebutuhan modal terbesar karena membutuhkan sayuran, bumbu, serta bahan untuk membuat gorengan.

Meski demikian, ia mengatakan penjualan selama festival juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi karyawan. Menurutnya, bosnya kerap memberikan bonus saat mereka berjualan di acara seperti ini.

“Pasti dikasih bonus sama bos, suka ngasih,” ujarnya.

Produk Jadi Kunci Menarik Pembeli

Bagi Aldi, meraup cuan di tengah keramaian festival musik bukan semata soal memasang harga. Jenis makanan yang ditawarkan justru menjadi faktor penting untuk menarik minat pengunjung.

Ia juga mengungkapkan bahwa bosnya menetapkan target penjualan selama mengikuti acara. Meski target tersebut menjadi tantangan tersendiri, Aldi mengaku sejauh ini dapat mencapainya.

“Kalau target dari bos sih suka dikasih. Cuma kalau enggak sampai target ya gimana lagi. Tapi alhamdulillah selalu target,” tuturnya.

Pengalaman Aldi memperlihatkan bagaimana festival musik dapat menjadi panggung bagi pedagang makanan untuk memperluas peluang penjualan. Namun, peningkatan penjualan tidak serta-merta mencerminkan besarnya keuntungan bersih, mengingat biaya bahan baku dan operasional tetap menjadi bagian yang harus diperhitungkan.

Rekomendasi