Bank Dunia: 1,2 Miliar Anak Muda Rebutan 400 Juta Lowongan

Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga menyebut 1,2 miliar anak muda akan masuk pasar kerja dalam 10–15 tahun, sementara peluang jauh lebih terbatas.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon- Reporter
Bank Dunia: 1,2 Miliar Anak Muda Rebutan 400 Juta Lowongan
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mencalonkan mantan Kepala Eksekutif Mastercard, Ajay Banga sebagai Presiden Bank Dunia.MONEY SHARMA / AFP

Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga mengingatkan dunia tentang jurang besar antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan pekerjaan. Dalam 10–15 tahun ke depan, sekitar 1,2 miliar anak muda diperkirakan memasuki pasar kerja, sementara pekerjaan yang tersedia hanya sekitar 400 juta. Peringatan ini ia sampaikan dalam pidato pada Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) 2026 di Bangkok, Thailand.

Banga menyebut penciptaan lapangan kerja sebagai tantangan utama pembangunan global. Situasi kian menantang karena konflik belum mereda, ruang fiskal negara menyempit, beban utang meningkat, dan biaya kebutuhan pokok—termasuk energi serta pupuk—tetap tinggi.

Menurutnya, keputusan yang diambil saat ini akan menentukan masa depan generasi muda sekaligus arah perekonomian dunia pada abad mendatang. Ia menilai dua pekerjaan besar perlu dilakukan bersamaan: memaksimalkan sumber daya yang terbatas dan membantu negara menciptakan lapangan kerja dalam skala besar.

"Pekerjaan bukanlah sekadar statistik. Pekerjaan adalah martabat," kata Banga dalam pidatonya di Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan IMF 2026 di Bangkok, Thailand, dikutip Senin (19/10/2026).

Bank Dunia: Investasi dan Keterampilan Jadi Kunci

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Dunia mendorong percepatan pembangunan infrastruktur fisik dan sumber daya manusia, kepastian regulasi, serta peningkatan investasi swasta.

Banga menekankan dunia usaha membutuhkan pasokan listrik, air, transportasi, dan konektivitas digital yang memadai. Di sisi lain, masyarakat perlu akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Bank Dunia juga mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan akses pembiayaan, pemanfaatan catatan digital, serta penghubung ke pasar dan pembeli yang lebih besar.

Ia menilai teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi membantu petani meningkatkan hasil panen, guru menyesuaikan pembelajaran, tenaga kesehatan mengambil keputusan klinis, dan pelaku usaha menjangkau pelanggan baru.

Banga menegaskan kesenjangan yang diproyeksikan tidak harus menjadi kenyataan. "Kesenjangan lapangan kerja adalah sebuah proyeksi. Itu tidak harus menjadi masa depan kita," ujarnya.

Ia mendorong negara-negara mempercepat pelaksanaan program pembangunan agar kesempatan kerja dapat tumbuh sesuai kebutuhan generasi mendatang.

Rekomendasi