Prabowo Perintahkan TNI Kerahkan Hercules untuk Tangani Karhutla

Menko Polkam Dudung mengungkap arahan Presiden Prabowo dalam rapat di Istana soal kebakaran hutan dan lahan.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira- Reporter
Prabowo Perintahkan TNI Kerahkan Hercules untuk Tangani Karhutla
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurrahman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: Youtube Setpres)

Menko Polhukam Dudung Abdurrahman menyebut Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengerahan pesawat Hercules untuk memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Arahan itu disampaikan dalam rapat lintas kementerian yang dipimpin Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dudung menjelaskan operasi udara yang sebelumnya dilakukan dengan pesawat Cassa untuk penyemaian dry ice kini ditingkatkan menggunakan Hercules.

“Tadi dikerahkan juga, diperintahkan kepada Panglima TNI, dry ice yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat Cassa, ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules. Artinya, ini sudah melakukan operasi udara untuk penanganan karhutla,” kata Dudung.

Selain penguatan lewat udara, ia menyebut Presiden juga memerintahkan pengerahan personel secara masif melibatkan TNI, Polri, petugas dinas kehutanan, hingga masyarakat.

Menurutnya, Prabowo meminta langkah di lapangan dilakukan masif, terukur, dan segera karena situasi yang terjadi dinilai sudah sangat mengganggu.

“Jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat,” ujar Dudung mengutip instruksi Presiden Prabowo.

Rapat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil Menko Polhukam Dudung Abdurrahman, Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko, serta sejumlah menteri terkait ke Istana Kepresidenan untuk rapat terbatas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Setibanya di Istana, Dudung menyampaikan akan melaporkan hasil rapat bersama kementerian kepada Presiden, sekaligus menerima arahan lebih lanjut terkait penanganan karhutla.

"Hasil rapat saya tadi dengan kementerian, saya akan laporkan kepada Pak Presiden. Tentunya hari ini mau ada petunjuk-petunjuk lebih lanjut dari Bapak Presiden mengenai karhutla," katanya.

Ia menyebut belum dapat menyampaikan data terbaru, termasuk jumlah titik panas maupun status penetapan bencana nasional.

"Belum, belum, tunggu sepulang dari sini saya sampaikan," ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko. Ia datang untuk rapat mengenai karhutla, namun belum merinci topik yang akan dibahas.

"Ya itu rapat karhutla ya. (Pembahasannya) nanti saya sampaikan," ucapnya.
Rekomendasi