Minat Pembiayaan PSEL Membludak 3 Kali Lipat, Ini Pemicunya

Minat pembiayaan proyek sampah listrik PSEL membludak hingga 3 kali lipat. Sebanyak 34 bank domestik dan global siap kucurkan modal.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Minat Pembiayaan PSEL Membludak 3 Kali Lipat, Ini Pemicunya
Pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. (Antara)

Sektor infrastruktur hijau Indonesia mencatatkan lonjakan minat modal yang luar biasa. Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang digagas Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) resmi menyelesaikan pembentukan lenders panel.

Sebanyak 34 lembaga keuangan telah terpilih masuk ke dalam panel. Hasilnya, minat pembiayaan indikatif yang masuk melimpah hingga melampaui tiga kali lipat dari total estimasi kebutuhan utang program PSEL nasional.

Pembentukan lenders panel ini dirancang sebagai wadah untuk memetakan kapasitas serta minat pendanaan dari institusi keuangan domestik maupun global, baik untuk portofolio keseluruhan maupun proyek individual. Data minat awal ini menjadi landasan utama DIM dan Denera dalam menyusun skema pendanaan yang optimal, mencakup pinjaman, fasilitas nontunai, hingga opsi pembiayaan inovatif lainnya.

Nilai indikatif yang membludak ini menjadi bukti tingginya kepercayaan pasar terhadap komersialisasi proyek pemanfaatan sampah menjadi energi bersih. Kendati demikian, seluruh komitmen pendanaan tetap wajib melewati tahap evaluasi mendalam serta kelayakan kredit sesuai regulasi.

Chief Financial Officer Denera, M. Ramadhan Harahap, menegaskan bahwa tingginya respons pasar menunjukkan besarnya daya tarik komersial program PSEL.

"Respons dari berbagai institusi keuangan ini menunjukkan bahwa program PSEL memiliki daya tarik yang nyata bagi pasar pembiayaan. Dengan basis calon mitra yang memiliki pengalaman dan kapabilitas pembiayaan berbeda, kami dapat menjajaki struktur pendanaan yang paling sesuai dengan kebutuhan setiap proyek. Aspek kelayakan, struktur komersial, dan risiko tetap menjadi pertimbangan utama dalam proses penyiapan pembiayaan," katanya, Senin (19/10).

Kolaborasi Lembaga Keuangan Domestik dan Global

Sebanyak 34 anggota yang lolos kualifikasi terdiri dari gabungan institusi keuangan papan atas, di antaranya:

  • Lembaga Internasional & Multilateral: Lembaga pembiayaan proyek lintas negara, bank pembangunan multilateral, institusi pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, serta pengelola dana iklim global.
  • Lembaga Pembiayaan Domestik: Bank BUMN (Himbara), bank swasta nasional, bank komersial, bank internasional yang beroperasi di Indonesia, hingga bank berbasis syariah.

Proses Seleksi Ketat Berprinsip Tata Kelola Baik

Pembentukan panel pembiayaan ini dikawal oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) yang ditunjuk sebagai financial advisor sekaligus konsultan independen. Proses seleksi telah bergulir sejak Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung.

Setiap institusi keuangan dinilai berdasarkan kapasitas modal, rekam jejak eksekusi proyek, tingkat fleksibilitas, serta keselarasan strategis dengan program PSEL. Ke depan, setiap pencairan pembiayaan pada proyek individual tetap harus memenuhi tahap uji tuntas (due diligence), persetujuan internal masing-masing bank, dan pemenuhan mitigasi risiko.

Melalui skema lenders panel, Danantara Indonesia memperkokoh kesiapan pendanaan infrastruktur PSEL nasional sekaligus membendung beban fiskal negara dengan mengoptimalkan masuknya modal swasta dan internasional.

Rekomendasi