Dua Korban Ledakan Pasar Cimanggis Dirujuk ke RSCM dan RS Tarakan

Kedua pasien dirujuk ke rumah sakit tipe A untuk mendapatkan penanganan khusus akibat luka bakar berat.

Pramita Tristiawati
Oleh Pramita Tristiawati- Reporter
Dua Korban Ledakan Pasar Cimanggis Dirujuk ke RSCM dan RS Tarakan
Ledakan terjadi di pertokoan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) (Istimewa)

Dua pasien korban Ledakan Pasar Cimanggis di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, yang mengalami luka bakar berat dirujuk ke rumah sakit tipe A untuk penanganan khusus.

Andrie Rachmanto dipindahkan ke Rumah Sakit Tarakan dengan luka bakar mencapai 83 persen, sementara Andre Akhmad dirujuk ke RSCM.

"Sudah dirujuk ke dua rumah sakit terpisah," ungkap Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Tangsel, Lanna Marita, Senin (19/10/2026).

"Yang luka berat kesadaran masih penuh. Tapi harus dirujuk karena luka bakarnya besar," lanjutnya.

Lanna menjelaskan, kebutuhan perawatan luka bakar luas hanya tersedia di rumah sakit besar atau rumah sakit tipe A sehingga keduanya dipindahkan agar mendapat perawatan sesuai kondisi klinis.

Di sisi lain, kepolisian memastikan sumber ledakan di kompleks ruko Pasar Cimanggis bukan berasal dari bom. Lokasi ledakan diketahui berada di ruko yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan buah.

"Ini bukan bom. Ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami. Memang di luar setelah lakukan olah TKP ada ditemukan beberapa tabung (gas)," ungkap Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro, Kamis (14/10/2026).

Polisi menyita tabung gas etilen berukuran 52 kilogram yang lazim digunakan untuk mempercepat pematangan pisang.

18 CCTV Diperiksa

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Imron Ermawan menyebut tim penyidik mengumpulkan rekaman kamera pengawas dari berbagai sudut, termasuk perangkat decoder penyimpan rekaman.

"Kurang lebih ada 18 CCTV," kata Imron.

Menurutnya, rekaman dari dalam maupun luar bangunan akan dianalisis untuk mengetahui situasi sebelum dan saat ledakan. Penyidik juga masih menelusuri sejumlah komponen lain di lokasi, termasuk regulator gas.

"Di TKP kita terbakar oleh siD, termasuk kita sita dekorder-nya. Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu ya. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja," ujarnya.

Imron menambahkan, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Hasil sterilisasi sementara oleh tim penjinak bom (Jibom) belum menemukan bom maupun bahan peledak.

"Sementara hasil dari rekan-rekan unit Jibom yang melakukan sterilisasi sementara, tidak ditemukan barang berupa bom atau handak. Tentunya ini masih akan kami dalami dan tindak lanjuti," kata Imron.

Rekomendasi