Temui Ahok, Rieke Diah Pitaloka bicarakan obat gangguan jiwa

Obat gangguan jiwa yang seharusnya untuk satu bulan dikurangi menjadi dua pekan.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Temui Ahok, Rieke Diah Pitaloka bicarakan obat gangguan jiwa
Rieke di Balai Kota DKI Jakarta. ©2015 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerima kunjungan dari anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka. Kedatangan Rieke bersama organisasi jiwa sehat dan BPJS Kesehatan.Rieke mengatakan, kedatangan mereka untuk mencari solusi penyandang disabilitas masalah kejiwaan terutama yang ada di panti sosial. Karena obat yang harusnya untuk satu bulan dikurangi menjadi dua pekan.Hal ini dinilai sangat menyulitkan karena pasien harus mengambil sendiri ke Puskesmas yang menanganinya apabila obat habis. "Tapi masalah itu sudah clear. Sudah ada solusinya," ungkap Rieke di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/3).Dia menambahkan, kesulitan lain juga dialami oleh pihak panti. Sebab, semenjak 1 Januari 2014, mereka harus mengambil sendiri obat ke Puskesmas sebelum adanya BPJS."Bisa dibayangkan kalau penghuni panti gangguan jiwa 850 orang harus datang ke Puskesmas itu hebohnya kayak apa, hanya kadang-kadang untuk minta rujukan resep obat," terangnya."Saat ini sudah ada terobosan, BPJS Kesehatan DKI Jakarta bisa. Tadi bicara dengan Gubernur untuk bisa jadi kerja sama klinik atau puskesmas yang dekat dengan panti, sehingga kunjungannya langsung jemput bola. Jadi bukan mereka yang kena gangguan hiwa ini langsung datang," tambah Rieke.Terobosan tersebut diharapkan bisa menjadi percontohan untuk mengurus kesehatan penghuni panti di seluruh Indonesia. "Jadi Dinas Kesehatan akan membentuk klinik yang sebenarnya sudah ada di dalam panti tersebut. Kami sekadar MoU, dokternya bisa berkunjung ke sana dan obat bisa diberikan tanpa orang pantinya harus dibawa ke mana-mana," tutup Rieke.

Rekomendasi