Wamentan Dorong Pusvetma Jadi Motor Produksi Vaksin Nasional untuk Swasembada Pangan
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan peran vital Pusvetma sebagai motor produksi vaksin nasional guna memperkuat kesehatan hewan dan mendukung swasembada pangan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengunjungi Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma di Surabaya pada Sabtu, 22 November. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat subsektor peternakan dalam mencapai swasembada pangan nasional. Wamentan menekankan peran strategis Pusvetma sebagai motor produksi vaksin hewan nasional yang krusial.
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menegaskan pentingnya Pusvetma untuk menjamin ketersediaan vaksin berkualitas bagi seluruh daerah di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kesehatan hewan secara menyeluruh. Penguatan Pusvetma juga menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan impor vaksin.
Sudaryono juga menyoroti perlunya penguatan komunikasi dan kolaborasi antarlembaga di lingkungan Kementerian Pertanian. Selain itu, ia mendorong Pusvetma untuk memperluas kemitraan dengan akademisi dan perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat inovasi riset dan produksi vaksin hewan di tanah air.
Penguatan Kapasitas dan Inovasi Pusvetma untuk Kesehatan Hewan
Wamentan Sudaryono secara khusus meminta Pusvetma untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin hewan. Peningkatan ini sangat penting guna mendukung stabilitas kesehatan hewan nasional. Ia juga mengapresiasi kesiapan Pusvetma dalam mengembangkan berbagai jenis vaksin strategis.
Menurut Sudaryono, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada subsektor tanaman pangan. Subsektor peternakan juga membutuhkan dukungan sistem kesehatan hewan yang kuat dan andal. "Pusvetma harus terus berinovasi, sering berdiskusi dengan kampus dan lembaga riset," ujarnya.
Kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti akademisi dan lembaga riset, dianggap vital untuk mempercepat inovasi. Inovasi ini mencakup pengembangan vaksin baru dan peningkatan efisiensi produksi. Dengan demikian, sektor peternakan Indonesia dapat menjadi lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan.
Kontribusi Pusvetma terhadap Swasembada Pangan dan Ketahanan Nasional
Sudaryono menegaskan bahwa penguatan Pusvetma dan peningkatan produksi vaksin akan berdampak langsung pada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Peningkatan PNBP ini pada gilirannya akan memperkuat subsektor peternakan. Hal ini sejalan dengan tujuan Presiden untuk mencapai swasembada pertanian.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyatakan komitmen jajarannya untuk berkontribusi nyata. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui peningkatan produksi vaksin hewan berkualitas tinggi. "Kesehatan ternak berhubungan langsung dengan produktivitas, sehingga produksi vaksin dalam negeri sangat penting bagi tercapainya swasembada pertanian, khususnya di sektor peternakan," kata Agung.
Ketersediaan vaksin produksi dalam negeri memiliki peran ganda yang strategis. Pertama, mempercepat penanganan penyakit hewan di seluruh wilayah. Kedua, mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor vaksin dari luar negeri. Ini secara signifikan akan meningkatkan ketahanan peternakan nasional.
Agung Suganda juga menyebut vaksin sebagai instrumen vital dalam menjaga stabilitas produksi protein hewani. Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas Pusvetma. Dukungan ini mencakup penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan modernisasi fasilitas produksi.
Sumber: AntaraNews