Unpatti Perkuat Literasi Pertanian, Dorong Kemandirian Ekonomi Maluku
Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon berkomitmen memperkuat literasi pertanian melalui berbagai program edukatif dan kompetisi kreatif, bertujuan memberdayakan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mengambil langkah strategis untuk memperkuat literasi pertanian di Maluku. Inisiatif ini bertujuan memberdayakan masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui pemahaman yang lebih baik tentang sektor agraris.
Rektor Unpatti, Prof. Freddy Leiwakabessy, di Ambon, Selasa (07/04), menyatakan bahwa penguatan literasi pertanian ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan edukatif dan kompetisi kreatif. Program ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum.
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan. Unpatti berharap dapat menciptakan agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat lokal, khususnya di sektor pertanian.
Strategi Komprehensif Unpatti dalam Mengembangkan Literasi Pertanian
Unpatti tidak hanya fokus pada kemampuan membaca dan menulis, melainkan pada pemahaman mendalam tentang potensi sumber daya lokal. Program ini dirancang untuk mengelola dan mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan. "Literasi berbasis pertanian bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami, mengelola, dan mengembangkan potensi sumber daya lokal secara berkelanjutan," ujar Prof. Freddy Leiwakabessy.
Pengembangan literasi pertanian diwujudkan melalui berbagai lomba dalam rangka Dies Natalis Unpatti. Lomba-lomba tersebut meliputi bertutur, konten kreator, inovasi teknologi pertanian, hingga orasi ilmiah mahasiswa. Semua kegiatan ini mengangkat isu pertanian berkelanjutan sebagai tema utama.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya sektor pertanian. Selain itu, program ini juga mengasah kemampuan komunikasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi. "Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mewujudkan kemandirian pangan," tambahnya.
Peran Generasi Muda dan Pemanfaatan Teknologi Digital
Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi akademisi, tetapi juga agen perubahan yang aktif. Mereka diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian. "Mahasiswa didorong tidak hanya menjadi akademisi, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian," kata Rektor.
Pendekatan literasi ini juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku yang kaya. Dengan demikian, pengembangan pertanian tetap berpijak pada budaya dan kondisi daerah setempat. Hal ini memastikan keberlanjutan dan relevansi program bagi masyarakat Maluku.
Unpatti secara aktif mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam penyebarluasan informasi pertanian. Ini termasuk produksi konten edukatif, inovasi berbasis riset, dan pengembangan prototipe teknologi tepat guna. Digitalisasi menjadi kunci dalam menjangkau lebih banyak pihak dan mempercepat transfer pengetahuan.
Visi Masa Depan untuk Ketahanan Pangan Maluku
Melalui penguatan literasi berbasis pertanian, Unpatti berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola sumber daya. Peningkatan produktivitas dan penciptaan peluang ekonomi baru menjadi target utama. Ini akan berkontribusi pada kesejahteraan lokal dan ketahanan pangan daerah.
Prof. Freddy Leiwakabessy menyatakan harapannya untuk menjadikan literasi pertanian sebagai gerakan bersama. Gerakan ini akan melibatkan kampus, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi ini penting untuk mencapai tujuan yang lebih besar dalam pembangunan pertanian.
"Ke depan, kami ingin menjadikan literasi pertanian sebagai gerakan bersama yang melibatkan kampus, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan di Maluku," ujarnya. Visi jangka panjang Unpatti adalah mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan di Maluku melalui sinergi antara pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sumber: AntaraNews