Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku, mengambil langkah proaktif dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Kampus ini secara intensif mengedukasi mahasiswanya tentang pembuatan pangan lokal. Tujuannya adalah untuk berkontribusi pada upaya diversifikasi pangan yang berkelanjutan di Maluku.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Unpatti untuk memperkuat ketahanan pangan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Maluku. Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi fokus utama dalam inisiatif strategis ini.
Rektor Unpatti, Prof Freddy Leiwakabessy, menegaskan pentingnya inovasi berbasis potensi daerah. “Kampus terus mendorong pengembangan inovasi berbasis potensi daerah dengan melatih mahasiswa dalam pembuatan pangan lokal yang bernilai ekonomi,” ujarnya di Ambon, Kamis.
Advertisement
Advertisement
Menggali Potensi Pangan Lokal Maluku dan Pemberdayaan Mahasiswa
Maluku dikenal memiliki potensi besar dalam sektor pangan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bahan pangan seperti singkong, pisang, sagu, jagung, dan umbi-umbian melimpah ruah di wilayah ini. Unpatti melihat peluang besar untuk mengembangkan potensi tersebut.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengolah bahan pangan tersebut menjadi produk bernilai tambah. Produk-produk ini nantinya dapat mendukung perekonomian masyarakat secara signifikan. Hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan lokal.
Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian pangan di Maluku. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan produk pangan yang sehat, bernilai jual, dan berbasis kearifan lokal,” tutur Prof Freddy.
Advertisement
Edukasi ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas. Mereka dilatih dalam keterampilan mengolah pangan lokal secara modern, sehat, dan inovatif. Dengan demikian, kualitas sumber daya manusia di bidang pangan dapat meningkat.
Advertisement
Inovasi Hotong: Transformasi Tumbuhan Endemik Menjadi Produk Olahan
Salah satu fokus pengembangan dalam program ini adalah inovasi tumbuhan endemik hotong. Hotong diolah menjadi berbagai produk pangan yang beragam. Upaya ini merupakan bagian dari strategi ketahanan dan diversifikasi pangan yang digalakkan Unpatti.
Sebelum diolah menjadi berbagai kudapan, hotong melalui serangkaian proses. Hotong diproses terlebih dahulu dengan cara ditumbuk atau digiling. Langkah ini bertujuan untuk memisahkan antara kulit dan bulirnya secara efektif.
Setelah pemisahan, hotong kemudian dijadikan tepung melalui beberapa tahapan. Proses ini meliputi pengeringan, penyosohan, pemisahan, penepungan, dan pengayakan. Setiap tahapan penting untuk menghasilkan tepung hotong berkualitas.
Advertisement
Dari adonan tepung hotong inilah berbagai produk kreatif dapat dikembangkan. Hotong dapat diolah menjadi mi dan berbagai macam kue. Cara pembuatannya pun serupa dengan penggunaan tepung biasa pada umumnya, membuka peluang inovasi pangan lokal.
Hotong sendiri memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi. Kandungan karbohidratnya mencapai 84,2 persen, protein 10,7 persen, lemak 3,3 persen, dan serat kasar 1,4 persen. Ini menjadikan hotong sebagai sumber nutrisi potensial.
Advertisement
Visi Unpatti untuk Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Daerah
Prof Freddy Leiwakabessy menambahkan bahwa kegiatan semacam ini selaras dengan visi Unpatti. Visi tersebut adalah menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing global. Namun, Unpatti tetap berakar kuat pada potensi daerah yang dimilikinya.
Pendekatan ini menunjukkan komitmen Unpatti dalam mengembangkan sumber daya lokal. Tujuannya adalah untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas. Pemberdayaan berbasis pangan lokal menjadi kunci utama dalam strategi ini.
“Pemberdayaan berbasis pangan lokal adalah salah satu cara Unpatti menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat Maluku,” tandas Prof Freddy. Ini menegaskan peran penting kampus dalam pembangunan daerah.
Advertisement
Melalui program edukasi dan inovasi ini, Unpatti berharap dapat mencetak generasi muda. Generasi ini diharapkan memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya ketahanan pangan. Mereka juga diharapkan mampu berkontribusi pada kemandirian ekonomi Maluku.
Sumber: AntaraNews