Tumbuh Signifikan, Pembiayaan Fintech 2018 Capai Rp 3,9 Triliun

Rabu, 19 Desember 2018 20:41 Reporter : Anggun P. Situmorang
Tumbuh Signifikan, Pembiayaan Fintech 2018 Capai Rp 3,9 Triliun OJK gelar Jumpa Pers Tutup Tahun 2018. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan pembiayaan yang disalurkan melalui fintech pada 2018 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Outstanding pembiayaan mencapai Rp 3,9 triliun serta rasio Non Performing Financing (NPF) yaitu 1,2 persen.

"Nilai outstanding pembiayaan melalui fintech sebesar Rp 3,9 triliun serta rasio NPF yang rendah yaitu 1,2 persen," ujar Wimboh di Kantor Pusat OJK, Jakarta, Rabu (19/12).

Wimboh melanjutkan, pada industri pasar modal, penghimpunan dana masih cukup tinggi yaitu mencapai Rp 162,3 triliun. Jumlah ini cukup positif di tengah tekanan ekonomi global yang tidak menentu.

Sementara itu, industri jasa keuangan syariah juga tumbuh positif selama 2018. Tercermin dari pertumbuhan aset perbankan syariah dan pembiayaan syariah serta aset IKNB syariah per oktober 2018 masing-masing tumbuh 7,09 persen, 9,52 persen dan 0,59 persen.

"Sementara itu, per 18 Desember 2018, NAB Reksa Dana Syariah, Sukuk Negara dan Sukuk Korporasi meningkat masing-masing 20,98 persen, 17,20 persen dan 40,48 persen," Wimboh.

Untuk mendorong peningkatan peran serta keuangan syariah dalam mendukung penyediaan sumber dana pembangunan, OJK memfasilitasi pendirian Bank Wakaf Mikro (LKM Syariah) dan pelaksanaan kegiatan sosialisasi terkait keuangan syariah bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). "Selama 2018, terdapat 41 Bank Wakaf Mikro dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 9,72 milliar dan melibatkan 8.373 debitur," tutup Wimboh. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini