Windhy Arisanti menjadikan kondisi tersebut peluang merintis bisnis kue dan aneka camilan.
Advertisement
Pandemi Covid-19 menghancurkan hampir setiap sektor. Namun, Windhy Arisanti menjadikan kondisi tersebut peluang merintis bisnis kue dan aneka camilan.
Dalam akun YouTube Halo Bos, Windhy bercerita, kue bukanlah usaha pertamanya.
Dia terlebih dahulu berjualan baju. Namun, ketika pandemi Covid-19 melanda, usahanya berhenti.
Advertisement
Tidak ada aktivitas normal yang biasa dilakukan setiap hari.
Hingga satu waktu, dia membuat brownies untuk teman yang sedang menjalani isolasi mandiri.
Advertisement
kata Windhy, dikutip pada Kamis (22/2).
Windhy kemudian membeli peralatan untuk baking seperti loyang, cetakan, wadah, dan sebagainya secara online.
Langkah pertama Windhy sebagai penjual kue pun dimulai.
Advertisement
Pemasarannya saat itu hanya sebatas status WhatsApp atau Instagram.
Perlahan, pesanan terus melonjak, Windhy mulai kesalahan jika mengerjakan seorang diri.
Dia pun merekrut tetangga sebagai karyawannya.
"Di situ saya mulai ekspansi lagi dengan menjual camilan lain seperti onde-onde, cake untuk ulang tahun, smoothie, alhamdulillah sudah beragam," ucap Windhy.
Sejak pandemi hingga saat ini, usaha kue Windhy pun masih berjalan dengan omset mencapai Rp10 juta sampai Rp40 juta per bulan.
Advertisement