Disparitas atau perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan non bersubsidi saat ini sudah sangat tinggi. Setidaknya, untuk 1 liter BBM jenis Premium, pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp 4.000. Wajar jika Premium menjadi pilihan utama tidak hanya masyarakat kelas menengah, tapi juga yang memiliki mobil mewah.
Ketua Umum Hiswana Migas Eri Purnomo Hadi mengatakan, tren mobil mewah yang beralih dari semula menggunakan Pertamax kemudian menggunakan Premium wajar jika mengingat besarnya uang yang bisa disimpan oleh konsumen. Nilai penghematannya, kata dia, bisa dipergunakan untuk membeli gadget.
"Alphard beli Premium itu sebulan bisa hemat Rp 6 juta, bisa beli iPad kita," ungkap Eri saat diskusi di Warung Daun, Sabtu (21/4).
Selain itu migrasi pengguna Pertamax ke Premium tidak bisa terhindarkan. Alasannya, selain selisihnya yang besar, harga-harga di pasaran juga sudah terlanjur naik akibat ketidakjelasan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan yang akan dijalankan.
"Jadi kalau anaknya merengek minta beli ipad, dia tinggal ngirit aja, 6 bulan sudah Rp 30 juta, bisa dapat berapa iPad?" katanya.
Menurut pandangannya, kebijakan menaikkan harga Premium merupakan kebijakan yang ideal untuk diterapkan saat ini.