Status Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia tak lantas membuat komoditas ini kebal dari kejatuhan harga. Akibat derasnya pasokan yang melimpah di pasar, harga nikel kian tertekan. Merespons kondisi tersebut, pemerintah bersiap memperketat kendali produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) demi mengembalikan harga nikel ke level yang sehat.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, harga nikel saat ini telah merosot ke kisaran USD15.800 per ton, berada di bawah ambang USD16.000 per ton. Biang kerok utamanya tidak lain adalah oversupply atau kelebihan pasokan di pasar global.
"Kenapa terjadi harga yang buruk? Karena produksi kita," kata Bahlil saat membuka Mineral dan Batubara Convention - Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dikutip laman resmi kementerian, Rabu (4/11).
Bahlil menuturkan, total permintaan nikel global sebetulnya hanya berkisar 3,5 juta ton per tahun. Namun, saat ini terjadi kelebihan pasokan yang cukup signifikan, yakni mendekati angka 800 ribu ton. "Bagaimana mungkin bisa harganya bagus?" ujarnya.
Melihat ketidakseimbangan tersebut, Bahlil mengimbau para pelaku industri dan pengusaha tambang untuk mengerem laju produksi saat daya serap pasar belum optimal. Jika produksi terus dipaksakan membengkak, nikel asal Indonesia berisiko dibeli murah oleh negara luar untuk dijadikan cadangan, yang kelak dijual kembali saat harga melonjak.
Bahlil tak menampik bahwa kebijakan pengetatan produksi via RKAB ini berpotensi memicu gelombang penolakan."Pasti banyak protes, saya tahu," katanya.
Kendati demikian, ia menegaskan pentingnya mengelola kekayaan mineral dengan visi jangka panjang. Bahlil lantas membandingkannya dengan komoditas sawit yang masih bisa ditanam ulang dalam siklus 25 tahun, sementara bahan tambang yang habis dikeruk tak akan bisa tumbuh kembali.
"Kalau memang hari ini barangnya belum mahal, harganya belum bagus, tinggalkan. Nanti ada Menteri ESDM baru, ada Dirjen baru, ada Presiden baru, ada pengusaha baru, untuk anak cucu kita, untuk mereka mendapatkan harga yang maksimal," ujar Bahlil.
Advertisement
Merujuk Keberhasilan Penanganan Batu Bara
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
Langkah penguncian pasokan ini sejatinya merujuk pada keberhasilan strategi penanganan batu bara sebelumnya. Kala itu, lewat penyesuaian pasokan dan permintaan berbasis RKAB, volume produksi batu bara memang sempat terkoreksi,tetapi harga di pasaran beserta penerimaan negara justru berhasil melonjak.
Tak sebatas mengerem produksi, pemerintah juga memacu pendalaman hilirisasi nikel secara masif. Bahlil menyebut pihaknya tengah mengkaji skema agar rantai industri tidak jalan di tempat pada produk setengah jadi saja, melainkan terus melangkah hingga ke produk akhir.
Lewat kombinasi pengendalian volume produksi serta penajaman hilirisasi, pemerintah bertekad memastikan nikel Indonesia tidak dilego murah, stabilitas harga terjaga, dan cadangan yang ada tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4501106/original/027502200_1689235678-Antam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389841/original/010363100_1793775170-pelindo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3372837/original/091115200_1612913073-WhatsApp_Image_2021-02-10_at_06.19.50__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9362169/original/097385400_1790759706-IMG_3054OK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3457063/original/058631000_1621154893-063_1226235172.jpg)