PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengantongi kontrak baru senilai Rp 400 miliar dari PT Pupuk Kalimantan Timur untuk proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) Dermaga 11.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/11/2026), proyek berlokasi di sisi timur Dermaga Tursina, kawasan industri Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, dengan masa pengerjaan 570 hari kalender terhitung sejak 18 September 2026.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyebut perolehan ini memperluas portofolio infrastruktur industri dan maritim serta memperkuat kemitraan strategis dengan pelaku industri nasional.
"Kepercayaan yang diberikan Pupuk Kaltim menjadi dorongan bagi PTPP untuk terus menjaga kualitas pelaksanaan proyek sekaligus memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan," ujar Joko Raharjo.
Lingkup EPC meliputi pembangunan dermaga multiguna beserta struktur pendukung, sistem conveyor, hingga instalasi peralatan mobile ship loader. Dermaga dirancang melayani kapal pengangkut material curah padat berkapasitas hingga 40.000 Deadweight Tonnage (DWT), sehingga diharapkan mengoptimalkan bongkar muat kapal besar, memperlancar distribusi material di kawasan industri Pupuk Kaltim, dan mendukung pemenuhan kebutuhan soda ash nasional serta pengembangan ekosistem industrinya.
Advertisement
Komitmen Proyek PTPP–Pupuk Kaltim
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388849/original/087531600_1793686075-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_11.55.11.jpeg)
Untuk memperkuat pelaksanaan proyek, PTPP dan Pupuk Kaltim menggelar Project Commitment pada 19 Oktober 2026 di Batam Marriott Hotel Harbour Bay. Agenda tersebut dihadiri Direktur Operasi Bidang Infrastruktur PTPP, Yul Ari Pramuraharjo.
Momen ini ditandai penandatanganan dokumen Project Commitment oleh perwakilan kedua perusahaan sebagai simbol komitmen bersama terhadap kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu selama pengerjaan.
Joko menambahkan, proyek ini mencerminkan tingginya kepercayaan pemangku kepentingan atas kapabilitas PTPP membangun infrastruktur industri. Sejalan transformasi bisnis melalui pendekatan Back to Core, PTPP disebut terus fokus pada kompetensi inti dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memilih proyek.
"Melalui strategi Back to Core, kami semakin selektif dalam memperoleh proyek dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kompetensi inti, kualitas proyek, serta pengelolaan risiko yang terukur. Dengan demikian, setiap perolehan kontrak diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat fundamental dan keberlanjutan usaha Perseroan," papar Joko Raharjo.
Ia menegaskan, melalui penerapan Operational Excellence, selektivitas proyek, dan manajemen risiko yang matang, PTPP berkomitmen menghadirkan infrastruktur berkualitas tinggi sekaligus memberi nilai tambah bagi pertumbuhan industri nasional secara berkelanjutan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388462/original/019871400_1793615779-0L5A2238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388971/original/098091700_1793690974-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_13.35.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388927/original/007521700_1793689159-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_13.33.53__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285072/original/058563200_1752656425-Depositphotos_806837076_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672818/original/046985900_1778498161-Terminal_bus-11_Mei_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388793/original/052842800_1793682315-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_18.00.12.jpeg)