PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) membuktikan bahwa ekspansi pasar internasional dapat berjalan selaras dengan pemenuhan kebutuhan nasional. Langkah ini dibuktikan lewat pengiriman ekspor urea ke Australia dalam skema Government to Government (G2G) sebesar 47.250 ton pada Mei 2026, yang menjadi bagian dari target bertahap 250.000 ton hingga akhir tahun.
Kerja sama antarpemerintah ini mengukuhkan posisi Indonesia dalam memperkuat rantai pasok pupuk di kawasan Asia Pasifik.
Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Andik Cahyanto Budiarto, menegaskan bahwa pengembangan pasar ekspor merupakan strategi perusahaan untuk mengoptimalkan kapasitas produksi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri global.
"Keseimbangan antara penguatan pasar ekspor dan pemenuhan kebutuhan domestik merupakan aspek penting. Pasar internasional dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengesampingkan mandat perusahaan mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional," ujar Andik, Jumat (16/10).
Advertisement
Produksi Solid dan Stok Musim Tanam Melimpah
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331254/original/052777500_1787532791-Pupuk_Kaltim-24_Agustus_2026a.jpeg)
Per 30 September 2026, Pupuk Kaltim mencatatkan realisasi produksi yang sangat solid:
- Ammonia: 2.171.024 ton (79,23% dari target)
- Urea: 2.812.801 ton (81,29% dari target)
- NPK: 263.457 ton (82,07% dari target)
Untuk mendukung musim tanam periode Oktober 2026 hingga Maret 2027, Pupuk Kaltim menyiagakan lebih dari 245 ribu ton pupuk di gudang produsen lini I. Jumlah ini terdiri dari 236.417 ton urea dan 8.658 ton NPK.
"Kesiapan stok menjadi kunci kesinambungan pasokan, sehingga aktivitas ekspor tetap berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan pupuk petani dalam negeri," tambah Andik.
Advertisement
Ganjaran Penghargaan Primaniyarta 2026
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375247/original/016150500_1792136366-PKT-275.jpg)
Atas kontribusinya memperluas pasar internasional dan memperkuat posisi produk manufaktur nasional di tingkat global, Pupuk Kaltim dianugerahi Penghargaan Primaniyarta 2026 untuk kategori Eksportir Produk Industri Manufaktur dari Kementerian Perdagangan.
Penghargaan diserahkan langsung dalam Pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, yang hadir mewakili Presiden RI Prabowo Subianto, memberikan apresiasi tinggi kepada para penerima penghargaan.
"Capaian ini harus menjadi momentum memperkuat ekspor nasional dan meningkatkan nilai tambah produk Indonesia agar semakin kompetitif di pasar internasional," ungkap Bahlil. Menurutnya, strategi hilirisasi dan ekspor ini merupakan langkah nyata dalam membangun perekonomian bangsa yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing global.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375246/original/068136000_1792136365-20260513-DJI_20260513164414_0016_D_JOR.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375286/original/049769500_1792137815-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_14.37.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574765/original/049823000_1777977070-Bahlil_Istana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375117/original/014877700_1792129848-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_12.01.09.jpeg)