Data BPS: Turis Asing Kunjungi Indonesia Tertinggi Sejak Pandemi

BPS mencatat kunjungan Turis Asing 12,01 juta hingga September 2026, tertinggi sejak pandemi. Negara asal dan pola belanja turut diungkap.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian- Reporter
Data BPS: Turis Asing Kunjungi Indonesia Tertinggi Sejak Pandemi
Ilustrasi wisatawan mancanegara (turis asing) yang berkunjung ke Indonesia. (dok. Biro Komunikasi Publik Kemenpar)

Kunjungan turis asing ke Indonesia mencapai 12,01 juta pada periode Januari–September 2026, naik 5,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak 2020 dan mendekati rekor Januari–September 2019 yang sebesar 12,10 juta kunjungan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut tren pemulihan pariwisata terus berlanjut. Ia memaparkan perkembangan terbaru dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Senin (2/11/2026).

"Secara kumulatif, sepanjang Januari sampai dengan September 2026, total kunjungan wisman mencapai 12,01 juta kunjungan atau meningkat 5,01% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Secara bulanan, kunjungan turis asing pada September 2026 berjumlah 1,43 juta. Angka ini turun 10,79% dibandingkan Agustus 2026, namun masih tumbuh 2,31% jika dibandingkan September tahun lalu.

Berdasarkan negara asal, wisatawan berkewarganegaraan Australia mendominasi kunjungan pada September 2026 dengan porsi 17,43%, disusul Malaysia 16,76% dan Tiongkok 10,76%. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, tercatat sebagai pintu masuk utama wisman dengan dominasi pelancong dari Australia.

Dari sisi pengeluaran, rata-rata belanja turis asing mencapai US$ 1.374,48 per kunjungan pada kuartal III 2026. Rata-rata lama tinggal wisatawan asing tercatat 11,01 malam, dengan alokasi pengeluaran terbesar untuk akomodasi sebesar US$ 497,12, diikuti makanan dan minuman US$ 271,33, serta belanja dan cenderamata US$ 148,93.

Mayoritas atau sekitar 79% turis asing datang untuk berlibur. Adapun 60,95% memilih hotel berbintang sebagai akomodasi utama selama berada di Indonesia.

Hunian Hotel di Tengah Arus Turis Asing 51,78%

Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2026 tercatat 51,78%. Secara bulanan turun 0,74 poin persentase dibandingkan Agustus, tetapi meningkat 1,62 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara wilayah, Bali membukukan TPK hotel berbintang tertinggi sebesar 66,42%, diikuti DKI Jakarta 58,18% dan Papua Selatan 56,97%.

Ateng menjelaskan, penurunan TPK secara bulanan sejalan dengan berakhirnya puncak liburan sekolah dan libur HUT RI pada Agustus 2026. Selain itu, kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta erupsi gunung berapi turut memengaruhi.

"Secara kumulatif, capaian kunjungan wisman Januari sampai dengan September 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020," kata Ateng.

Rekomendasi