Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta memasuki tahap serah terima. Pengembangan kawasan ini diproyeksikan tidak berhenti pada penyediaan unit rumah, tetapi juga mencakup infrastruktur, fasilitas sosial, dan penguatan aktivitas ekonomi agar tercipta lingkungan tempat tinggal yang hidup.
Deputy COO Hunian Warisan Bangsa I Putu Adi Sastrawan menegaskan arah pengembangan HWB Purwakarta dibentuk untuk mendukung kehidupan keluarga, bukan semata membangun fisik perumahan.
"Apa yang kami bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka. HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan," kata I Putu Adi Sastrawan, Senin (2/11/2026).
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin menyoroti progres kawasan sejak peluncuran hingga memasuki tahap serah terima. Ia berharap pembangunan berlanjut sehingga semakin banyak keluarga berkesempatan menempati hunian yang layak dan nyaman.
Sementara itu, Didi menekankan pentingnya penataan kawasan yang ditopang infrastruktur memadai. Menurutnya, akses jalan, drainase, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan perlu menjadi perhatian seiring bertambahnya jumlah penghuni.
Perkembangan kawasan ini juga dinilai berpotensi menghadirkan pusat aktivitas baru yang mendorong kegiatan ekonomi sekaligus menyediakan ruang interaksi bagi warga sekitar.
Advertisement
Aktivitas Sosial di Hunian dan Peluang Usaha Mulai Tumbuh
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388351/original/067217100_1793609964-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_09.57.52.jpeg)
Bertambahnya penghuni meningkatkan kebutuhan ruang interaksi dan fasilitas sosial. Di HWB Purwakarta, salah satu fasilitas yang tersedia adalah Masjid Tajug Istimewa Nusantara yang diresmikan pada 30 Januari 2026.
Masjid tersebut berdiri di lahan sekitar 240 meter persegi dengan kapasitas kurang lebih 150 jemaah. Selain menunjang ibadah, keberadaannya menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat.
Aktivitas warga juga berlangsung di Balai Nusantara dan sejumlah ruang komunal lain. Berbagai kegiatan, seperti bazar makanan, pasar malam, pertunjukan musik, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional, hingga bersepeda bersama, menjadi sarana interaksi antarpenghuni.
Kegiatan itu turut membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkenalkan produk. Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin menilai kehadiran kawasan ini berpotensi memberi manfaat bagi desa melalui peluang usaha dan interaksi masyarakat.
Peluang ekonomi juga disiapkan melalui Griya Niaga, area komersial berisi deretan ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter. Ruko menghadap boulevard utama selebar 16 meter dan dilengkapi balkon serta jaringan listrik bawah tanah.
Sejumlah fasilitas dan usaha yang telah beroperasi antara lain Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM. Pengembangan aktivitas ekonomi ini diharapkan berjalan seiring pertumbuhan jumlah penghuni.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388350/original/005777900_1793609952-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_09.57.521.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5282297/original/078996200_1752471399-WhatsApp_Image_2025-07-14_at_10.50.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285072/original/058563200_1752656425-Depositphotos_806837076_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388519/original/032522500_1793620051-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_18.42.44.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5088016/original/044652300_1736442219-Stok_Pupuk_Bersubsidi_di_Gudang_Petrokimia_Gresik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)