Di tengah potret buram literasi nasional, secercah harapan baru menyala bagi anak-anak di Sulawesi Barat. Taman Bacaan Pelangi (TBP) kembali mengokohkan komitmennya dalam memperluas akses membaca dengan meresmikan Perpustakaan Ramah Anak ke-264 di SD Inpres Taludu, Kabupaten Mamuju.
Peresmian fasilitas baru ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Mamuju, Dr. Haedar Harun, S.Pd.M.Pd., jajaran tim Givaudan, para orang tua murid, hingga seluruh komunitas sekolah SD Inpres Taludu.
Hadirnya perpustakaan ini menjadi momentum krusial untuk menjawab ketimpangan fasilitas pendidikan. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun ajaran 2025/2026 mencatat, dari 149.152 sekolah dasar (SD) di Indonesia, sebanyak 26.188 SD di antaranya belum memiliki perpustakaan. Kesenjangan ini makin diperparah dengan kondisi perpustakaan sekolah yang ada namun belum berfungsi optimal.
Masalah keterbatasan akses ini berdampak langsung pada kemampuan membaca anak-anak Indonesia. Rilis Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 oleh OECD menunjukkan skor membaca Indonesia berada di angka 365 poin—jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 461 poin. Ironisnya, sebanyak 73% siswa berusia 15 tahun di Indonesia masih berada di bawah Level 2, yang berarti mereka belum mampu memahami gagasan utama maupun menemukan informasi eksplisit dalam sebuah teks.
Menanggapi tantangan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Mamuju, Haedar Harun, menyambut hangat kehadiran fasilitas baru yang ramah anak ini.
"Kami menyambut baik kehadiran Perpustakaan Ramah Anak di SD Inpres Taludu. Ketersediaan buku bacaan yang beragam dan sesuai dengan usia anak merupakan salah satu hal penting dalam mendukung peningkatan literasi siswa.Kami berharap perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh siswa dan guru melalui kegiatan membaca secara rutin. Kami juga berharap pihak sekolah dapat menjaga dan mengelola perpustakaan ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak dalam jangka panjang," kata Haedar, Senin (2/11).
Guna menghidupkan ruang baca tersebut, TBP menyalurkan 1.250 eksemplar buku cerita anak bermutu yang mencakup lebih dari 400 judul beragam. Koleksi ini dirancang agar anak-anak dapat memilih buku sesuai minatnya, membaca tanpa beban, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan memperluas kosakata mereka sejak dini.
Advertisement
Kolaborasi untuk Literasi Anak Indonesia Timur
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388529/original/033698100_1793620718-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_18.45.59.jpeg)
Kehadiran perpustakaan ke-264 ini dapat terwujud berkat sinergi erat antara Taman Bacaan Pelangi dan Givaudan.
Founder Taman Bacaan Pelangi, Nila Tanzil, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh tersebut demi pemerataan hak baca anak-anak di kawasan Indonesia Timur.
"Kami sangat berterima kasih atas support dari Givaudan dalam pendirian perpustakaan di SD Inpres Taludu ini. Semoga kerjasama ini terus terjalin, sehingga kita dapat mendirikan lebih banyak lagi perpustakaan di sekolah-sekolah dasar di Sulawesi bersama Givaudan," ungkap Nila Tanzil melalui Siaran Pers hari ini.
"Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses buku cerita bermutu dan merasakan pengalaman membaca yang menyenangkan, terlepas dari lokasi tempat mereka bersekolah," lanjut Nila.
Bagi TBP, perpustakaan bukan sekadar ruang fisik, melainkan pusat interaksi aktif yang memerlukan peran vital kepala sekolah, guru, serta komunitas sekolah agar koleksi buku dapat termanfaatkan secara maksimal.
Sejak berdiri pada 2009, TBP konsisten menerjang keterbatasan di 19 pulau Indonesia Timur—mulai dari Flores,Sulawesi, Lombok, Sumbawa, Timor, Alor, Banda Neira, Sumba, Raja Ampat, hingga Papua. Hingga kini, lebih dari 312.000 buku cerita telah menjangkau lebih dari 49.000 anak, serta membekali lebih dari 10.000 guru lewat pelatihan literasi dan pengelolaan perpustakaan.
Selain Program Perpustakaan Ramah Anak, TBP juga terus menggulirkan berbagai inisiatif unggulan seperti Bebas Buta Huruf (BBH), Parent Engagement, Girls’ Scholarship Program, Girl Empowerment Program, Digital Library, hingga Paket Belajar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388528/original/018636400_1793620718-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_18.45.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388471/original/057210400_1793616683-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_17.50.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388505/original/036943700_1793618663-Martha_Amalia_Iflahah__istri_pertama_Dwi_Bagus_Martono.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388518/original/065810700_1793619813-IMG-20261102-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388490/original/028712900_1793617778-IMG-20261102-WA0027.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388459/original/001099500_1793615106-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_17.19.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388452/original/035796100_1793614487-IMG-20261102-WA0033.jpg)