Tekan Impor, Pabrik Soda Ash 600 Ribu Ton Dibangun di Gresik

Gresik punya pabrik Soda Ash 600 ribu ton. Proyek industri hijau ini siap tekan impor dan sulap emisi CO₂ jadi bahan baku kimia.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Tekan Impor, Pabrik Soda Ash 600 Ribu Ton Dibangun di Gresik
Petrokimia Gresik siap mendistribusikan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia mulai awal Januari 2025 sesuai tugas dari Pemerintah. Hal ini dilakukan perusahaan dengan menyiapkan stok sebanyak 372.668 ton. (Dok. Petrokimia Gresik)

Langkah konkret menuju industri hijau dan kemandirian kimia nasional resmi dimulai. PT Petrokimia Gresik bersama PT Rekayasa Industri (Rekind), di mana keduanya merupakan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) menjalin sinergi strategis untuk membangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida berkapasitas total 600.000 ton per tahun di Gresik,Jawa Timur.

Tak sekadar memperluas kapasitas manufaktur, proyek bernilai tinggi ini memanfaatkan emisi karbon dioksida (CO₂) dari fasilitas eksisting Petrokimia Gresik sebagai bahan baku utama. Penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) antara Petrokimia Gresik dan Rekind menjadi pertanda dimulainya pengerjaan fisik proyek.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan bahwa proyek ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan, mempercepat hilirisasi, dan mewujudkan kedaulatan industri nasional.

"Ini proyek yang menuju transisi hijau. Ada carbon capture-nya, sekaligus melakukan diversifikasi sumber nitrogen untuk kebutuhan produksi pupuk NPK kita,” ujar Rahmad dikutip Senin (2/11).

Fasilitas produksi modern ini dirancang memproduksi 300.000 ton soda ash dan 300.000 ton amonium klorida per tahun.Kehadiran pabrik baru ini diproyeksikan mampu memotong ketergantungan pasokan impor bahan kimia di pasar domestik.

Soda ash sendiri merupakan komponen dasar krusial bagi industri kaca, deterjen, kertas, tekstil, hingga pengolahan air.Sementara itu, amonium klorida dimanfaatkan sebagai sumber nitrogen untuk pembuatan pupuk NPK dan berbagai kebutuhan industri manufaktur lainnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menekankan bahwa momentum penandatanganan kontrak EPCC ini sangat penting karena menawarkan keuntungan ganda, baik dari segi komersial maupun kelestarian lingkungan.

"Bagi Petrokimia Gresik, ini sangat penting. Bukan hanya aspek bisnis, tetapi juga aspek lingkungan karena ada penyerapan CO₂ yang cukup signifikan," ujar Daconi.

Daconi menambahkan, lokasi pabrik di kawasan industri Gresik sangat menguntungkan secara logistik karena berdekatan dengan konsumen industri, sehingga efisiensi distribusi dan daya saing produk akan meningkat pesat.

"Bagi kami, keberhasilan proyek ini bukan hanya tentang membangun fasilitas produksi baru, tetapi juga memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan perencanaan. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi sangat penting agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai anggaran, dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan,” tegas Daconi.

Teknologi HOU dan Target Tuntas 34 Bulan

Penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) antara Petrokimia Gresik dan Rekind
Penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) antara Petrokimia Gresik dan Rekind. (Istimewa).

Dari sisi pengerjaan, Rekind dipercaya mengawal seluruh tahapan, mulai dari rekayasa teknik, pengadaan, konstruksi,hingga commissioning. Pembangunan yang mengadopsi teknologi HOU ini ditargetkan rampung sepenuhnya dalam waktu 34 bulan.

Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih, menyampaikan kesiapan penuh jajarannya untuk merampungkan proyek strategis nasional ini dengan standar tertinggi.

"Kami berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan secara optimal dengan mengedepankan aspek kualitas, keselamatan, ketepatan waktu, dan keandalan hasil pembangunan," ujar Triyani.

Melalui kolaborasi Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, dan Rekind, pembangunan pabrik ini menjadi bukti nyata transformasi industri manufaktur Indonesia—menciptakan pertumbuhan ekonomi bernilai tambah tinggi sekaligus menekan jejak karbon demi masa depan yang ramah lingkungan.

Rekomendasi