Ditunjuk Jadi Wamenkeu, Luky Alfirman Dicopot dari Jabatan Dirjen Anggaran

Luky Alfirman ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Wamenkeu. Juda Agung mengungkap alasan penempatannya, merujuk pengalaman Luky di anggaran dan perimbangan.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Ditunjuk Jadi Wamenkeu, Luky Alfirman Dicopot dari Jabatan Dirjen Anggaran
<p>Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Luky Alfirman saat konferensi pers APBN Kita Periode 15 Maret 2024, di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (25/3/2024). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)</p>

Presiden Prabowo Subianto mengangkat Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan, beberapa bulan setelah ia dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran pada April 2026. Luky kembali ke Kementerian Keuangan untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai rekam jejak Luky di kementerian tersebut menjadi modal bagi tugas barunya. "Kita sudah tahu beliau sudah lama di Kemenkeu. Dari kerja juga di sana saya kira beliau menguasai banyak aspek ya, termasuk di anggaran, pernah di perimbangan keuangan," kata Juda Agung di Bogor, Kamis, 1 Oktober 2026, dikutip Jumat (2/10/2026).

Ia menambahkan pengalaman lintas bidang pernah dijalani Luky. "Pernah di perimbangan keuangan, pernah di apanalah itu anggaran sudah pernah di DJSEF," ujar Juda.

Dua Wamenkeu Dilantik di Istana, Suahasil Kini Didampingi Tiga Deputi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik dua nama dalam jajaran Wakil Menteri Keuangan, yakni Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Pelantikan berlangsung bersamaan dengan pengangkatan serta pengambilan sumpah sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dengan bergabungnya Luky dan Nurkholisoh, Menteri Keuangan Suahasil Nazara kini memiliki tiga wakil. Keduanya melengkapi formasi bersama Juda Agung yang lebih dulu menjabat Wamenkeu.

Luky dikenal sebagai birokrat lama di Kementerian Keuangan. Adapun Nurkholisoh berasal dari Bank Indonesia dengan latar akademik di bidang ekonomi dan keuangan.

Jejak Karier Luky Alfirman di Kemenkeu

Luky Alfirman memulai karier sebagai aparatur sipil negara di Kementerian Keuangan pada 1 Maret 1995. Ia menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan kementerian tersebut.

Dari sisi pendidikan, Luky merupakan lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian melanjutkan studi di University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Arts (MA) serta Doctor of Philosophy (PhD) di bidang ekonomi.

Sejumlah jabatan pernah diembannya, antara lain Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan; Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana; Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi; serta Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.

Ia juga dipercaya sebagai Kepala Pusat Kebijakan APBN; Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro; serta Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

Setelah itu, Luky menduduki posisi Direktur Jenderal Anggaran. Pada April 2026, Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, mencopot Luky dari jabatan tersebut. Keputusan itu efektif sejak 21 April 2026, dan posisi Dirjen Anggaran untuk sementara diisi pelaksana harian.

Latar Akademik dan Karier Nurkholisoh Ibnu Aman

Berbeda dengan Luky yang lama berkarier di Kementerian Keuangan, Nurkholisoh Ibnu Aman dikenal sebagai ekonom dan peneliti di Bank Indonesia.

Ia tercatat menjabat Senior Researcher di Bank Indonesia sejak November 2024. Dalam peran tersebut, Nurkholisoh memimpin berbagai proyek penelitian yang terkait kebijakan dan mendukung proses pengambilan keputusan di bank sentral. Bidang risetnya meliputi perbankan, kebijakan moneter, keuangan, makroekonomi, dan struktur pasar keuangan.

Pada 2020 hingga 2025, Nurkholisoh menempuh pendidikan doktoral di University of Edinburgh Business School dan meraih gelar PhD di bidang Finance.

Sebelumnya, ia menamatkan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di The University of Chicago Booth School of Business pada 2010–2012. Ia juga meraih gelar Master of Science (M.Sc.) dari Chalmers University of Technology pada 2002–2004 serta Bachelor of Engineering (B.Eng.) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1997–2002.

Selain itu, Nurkholisoh pernah mengikuti program musim panas di London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2008.

Rekomendasi