Pendapatan Konsolidasi Blibli 2025 Tembus Rp 22,4 Triliun, Ini Strategi Penggerak Pertumbuhan

Blibli membukukan pendapatan neto Rp 22,4 triliun pada 2025, tumbuh 34% yoy. Semester I 2026 berlanjut kuat. Seperti apa strategi omnichannelnya?

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Pendapatan Konsolidasi Blibli 2025 Tembus Rp 22,4 Triliun, Ini Strategi Penggerak Pertumbuhan
Blibli Store hadir di berbagai kota seperti tampak pada foto toko Blibli Store di Central Park Jakarta Barat.

PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) membukukan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp 22,4 triliun pada 2025, naik 34% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini mencerminkan penguatan kinerja di tengah perubahan perilaku belanja dan dinamika industri perdagangan digital.

Momentum tersebut berlanjut pada semester I 2026. Blibli mencatat pendapatan neto konsolidasian Rp 14,8 triliun, meningkat 55% dibandingkan Rp 9,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan didorong kontribusi dari berbagai segmen, termasuk ritel dan institusi, seiring langkah perusahaan memperkuat strategi omnichannel dan memperluas jaringan fisik.

Chief Corporate Officer & Investor Relations Blibli, Eric Winarta, menilai kinerja ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat fondasi usaha sekaligus menjaga disiplin operasional.

“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat fundamental usaha, menjaga disiplin operasional, serta senantiasa menghadirkan nilai yang relevan dan berkelanjutan bagi pelanggan dan mitra,” ujar Eric, dikutip Minggu (20/9/2026).

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Blibli memperbesar skala bisnis dan membangun ekosistem yang menghubungkan layanan digital dengan jaringan fisik.

Menguatkan Ekosistem: Omnichannel dan Kolaborasi Blibli

PT Global Digital Niaga Tbk melalui entitas anak PT Global Teknologi Niaga (GTNi) menggelar Blibli XPO 2026. (Dok Blibli)
PT Global Digital Niaga Tbk melalui entitas anak PT Global Teknologi Niaga (GTNi) menggelar Blibli XPO 2026. (Dok Blibli)

Pertumbuhan Blibli tidak semata bertumpu pada transaksi digital. Perusahaan memperluas model bisnis dengan membangun ekosistem terintegrasi yang menggabungkan kanal online dan offline.

Hingga akhir Juni 2026, Blibli mengoperasikan 326 toko elektronik konsumen, 14 toko elektronik rumah tangga, serta satu toko fesyen dan olahraga.

Ekosistem tersebut turut diperkuat oleh 60 gerai supermarket premium Ranch Market dan 38 home and living experience center yang dioperasikan Dekoruma.

Perluasan jaringan fisik menjadi bagian dari strategi omnichannel, sehingga pelanggan dapat berinteraksi melalui platform digital maupun langsung di toko.

Strategi ini diperluas melalui ekosistem Blibli Tiket, yang mengintegrasikan kebutuhan konsumen mulai dari consumer electronics, perjalanan, groceries, hingga home & living.

Salah satu inisiatif teranyar adalah kolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) lewat peluncuran Kartu Kredit co-brand BCA Blibli Tiket Mastercard bertema “One Card More Rewards”.

Kolaborasi tersebut menghubungkan aktivitas belanja, perjalanan, dan kebutuhan gaya hidup dengan layanan finansial dalam satu pengalaman pelanggan. Dengan demikian, fokus Blibli tidak lagi semata mengejar pertumbuhan transaksi e-commerce, melainkan memperbesar nilai ekosistem yang dibangun.

Peringkat Blibli di Fortune Indonesia 100 2026 Naik 13 Posisi

Chief Corporate Officer & Investor Relations Blibli Eric Winarta menerima penghargaan Fortune 100. (Dok BELI)
Chief Corporate Officer & Investor Relations Blibli Eric Winarta menerima penghargaan Fortune 100. (Dok BELI)

Penguatan fundamental bisnis juga tercermin pada daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026. Blibli menempati posisi 59, naik 13 peringkat dari posisi 72 pada tahun sebelumnya.

Fortune Indonesia 100 memeringkat 100 perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan. Untuk masuk daftar 2026, ambang pendapatan minimum pada tahun buku 2025 ditetapkan Rp 12,31 triliun.

Secara agregat, pendapatan 100 perusahaan dalam daftar tersebut menyumbang hingga 26,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025.

Bagi Blibli, kenaikan peringkat sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dan perluasan ekosistem bisnis. Perusahaan menyebut arah strategi tetap pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Eric Winarta menegaskan fokus pada produktivitas, penguatan margin, disiplin biaya, dan integrasi ekosistem.

“Ke depan, Blibli berkomitmen untuk fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, penguatan margin, disiplin biaya, serta integrasi ekosistem yang semakin erat. Kami percaya bahwa perpaduan antara kapabilitas digital, jaringan fisik yang luas, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan akan menjadi fondasi yang solid bagi penciptaan nilai jangka panjang,” tutup dia.

Rekomendasi