Emiten Afiliasi Boy Thohir Ternyata Punya Mega Proyek AI

MGLV kini memfokuskan lini bisnis pada penyediaan infrastruktur data center yang dirancang khusus guna menopang komputasi Artificial Intelligence (AI).

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Emiten Afiliasi Boy Thohir Ternyata Punya Mega Proyek AI
Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), yang sebelumnya bernama PT Panca Wisesa Anugerah Tbk, terus mencuri perhatian para pelaku pasar modal. Emiten ini berhasil mencatatkan yield fantastis usai melonjak lebih dari 450 persen sejak awal tahun (year-to-date/YTD) hingga menyentuh level Rp13.500 per lembar saham pada hari ini (7/9).

Lonjakan harga yang signifikan tersebut bukan sekadar didorong aksi spekulatif, melainkan respons positif pasar terhadap arah strategis baru perusahaan di sektor infrastruktur teknologi masa depan. Langkah pivot bisnis MGLV kian menyedot perhatian investor institusi (smart money) lantaran emiten ini terhubung dengan jaringan bisnis pengusaha nasional Garibaldi 'Boy' Thohir melalui kepemilikan PT Trinugraha Thohir sebesar 2,25 persen dan PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86 persen.

Sinergi ekosistem Trinugraha Thohir dengan pengendali baru, PT Nextier Datamate Center (NDC), serta jajaran manajemen yang diperkuat Glenn Sugita (pengendali PT Persib Bandung Bermartabat), dinilai menjadi katalis utama melesatnya valuasi MGLV di bursa.

Kolaborasi ini membawa misi besar untuk mengintegrasikan potensi pasokan energi nasional dengan kapasitas komputasi canggih.

Lewat anak usahanya, NDC (NexAI Digital Center), MGLV kini memfokuskan lini bisnis pada penyediaan infrastruktur data center yang dirancang khusus guna menopang komputasi Artificial Intelligence (AI).

Strategi ini dinilai sebagai respons tepat waktu dalam menjawab lonjakan permintaan pemrosesan data berkecepatan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Manajemen pun menegaskan komitmennya untuk memadukan pasokan energi dengan infrastruktur digital modern.

Perkembangan Ekonomi Digital

 

Pesatnya perkembangan ekonomi digital, adopsi cloud computing, kecerdasan buatan (AI), hingga percepatan transformasi digital di berbagai sektor menjadi pendorong utama meroketnya kebutuhan akan data center yang andal, aman, dan berkapasitas besar.

"Perseroan memandang bahwa kondisi tersebut menciptakan peluang usaha yang prospektif untuk mengembangkan kegiatan usaha yang selaras dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi, sehingga diharapkan dapat mendukung diversifikasi usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperkuat pertumbuhan usaha Perseroan secara berkelanjutan,” tulis manajemen MGLV dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Guna mengeksekusi rencana tersebut, MGLV bakal mengembangkan fasilitas high-density data center. Fasilitas ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, serta pemrosesan data skala besar, termasuk mendukung pemrosesan layanan cloud computing dan AI.

Ekspansi bisnis ke ranah data center ini diyakini mampu menopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.

Rekomendasi