Harga emas yang bergerak naik dan turun membuat investor pemula atau masyarakat kerap bingung menentukan waktu yang tepat untuk membeli. Alih-alih menunggu harga berada di titik terendah, masyarakat dapat menggunakan strategi pembelian secara bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) untuk menghadapi fluktuasi tersebut.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai strategi membeli emas sedikit demi sedikit dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara rutin. Menurut Ibrahim, masyarakat dapat menyisihkan sejumlah uang secara berkala untuk membeli emas, misalnya Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap bulan.
"Kalau mau membeli sedikit demi sedikit, berarti jangan di emas fisik, lebih baik di emas digital saja," kata Ibrahim pada Merdeka.com, Rabu (16/9/2026).
Advertisement
Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)
Ibrahim menjelaskan, pembelian emas secara berkala dapat dilakukan melalui emas digital. Dengan cara tersebut, masyarakat tidak perlu langsung menyediakan dana dalam jumlah besar untuk membeli emas.
Masyarakat cukup menentukan nominal yang ingin dialokasikan secara rutin. Misalnya, setiap bulan menyisihkan Rp500 ribu untuk membeli emas. Strategi tersebut memungkinkan masyarakat tetap melakukan pembelian ketika harga emas sedang naik maupun turun.
Ibrahim mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan layanan emas digital yang tersedia melalui lembaga keuangan atau perusahaan penyedia layanan emas, dengan terlebih dahulu memahami mekanisme transaksi dan biaya yang berlaku.
Menurutnya, pembelian bertahap juga dapat membantu masyarakat yang ingin berinvestasi dalam emas tetapi tidak memiliki dana besar untuk membeli emas fisik sekaligus.
Advertisement
Bagaimana dengan Strategi Average Down?
Selain DCA, investor juga mengenal strategi average down. Strategi ini dilakukan dengan membeli kembali aset ketika harganya turun dari harga pembelian sebelumnya. Tujuannya adalah menambah jumlah kepemilikan sekaligus menurunkan rata-rata harga pembelian.
Dalam investasi emas, strategi tersebut dapat dilakukan ketika harga mengalami koreksi. Namun, Ibrahim mengingatkan pembelian tambahan harus tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan investor.
"Prinsipnya seperti saya, kalau harganya turun ya sudah, kalau punya duit ya kita beli lagi," ujarnya.
Dengan kata lain, penurunan harga emas dapat menjadi kesempatan bagi investor untuk menambah kepemilikan, tetapi hanya apabila masih memiliki dana yang memang tersedia untuk investasi.
Advertisement
DCA dan Average Down Bukan Berarti Asal Beli
Meski sama-sama dilakukan dengan membeli emas secara bertahap, DCA dan average down memiliki konsep yang berbeda. DCA dilakukan secara rutin berdasarkan jadwal dan nominal yang telah ditentukan, tanpa harus menunggu harga turun terlebih dahulu.
Sementara average down dilakukan setelah harga mengalami penurunan dari harga pembelian sebelumnya dengan tujuan menurunkan harga rata-rata kepemilikan. Karena itu, investor perlu memahami bahwa average down memiliki risiko tersendiri. Harga emas yang sudah turun belum tentu langsung kembali naik setelah investor melakukan pembelian tambahan.
Begitu pula dengan DCA. Pembelian secara berkala tidak menjamin investor memperoleh keuntungan karena harga emas tetap dapat mengalami penurunan.
Advertisement
Tetap Gunakan Dana Dingin
Ibrahim menekankan strategi apa pun yang digunakan dalam investasi emas harus menggunakan dana dingin atau dana yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, masyarakat jangan menggunakan dana operasional, dana untuk kebutuhan pokok, maupun dana pinjaman untuk membeli emas.
Pasalnya, ketika harga emas turun, masyarakat yang menggunakan uang kebutuhan dapat terpaksa menjual kepemilikannya meskipun harga sedang berada di bawah harga pembelian.
"Jangan menggunakan uang-uang itu karena investasi di logam mulia itu adalah mendapatkannya hanya dari fluktuasi harga, karena tidak ada bunganya," kata Ibrahim.
Dia menilai investasi emas membutuhkan waktu dan lebih cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang. Karena itu, baik menggunakan strategi DCA maupun average down, investor tetap perlu mempertimbangkan kemampuan finansial, tujuan investasi, serta risiko penurunan harga sebelum menambah kepemilikan emas.