Bahli Akhirnya Buka-bukaan soal Penyebab Antrean Mengular di SPBU Makassar

Kelangkaan BBM di Makassar disebut sudah teratasi. Stok nasional aman. Bahlil mengungkap pemicu antrean dan arahan penertiban.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Bahli Akhirnya Buka-bukaan soal Penyebab Antrean Mengular di SPBU Makassar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Kelangkaan BBM yang sempat memicu antrean panjang di Makassar, Sulawesi Selatan, dipastikan telah teratasi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pasokan kembali terjaga dan perkembangan situasi sudah ia sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden," ujar Bahlil, dikutip dari Antara, Kamis (17/9/2026).

Secara nasional, Bahlil memastikan stok BBM dalam kondisi aman. Pemerintah menetapkan standar minimum kebutuhan nasional pada kisaran 18–20 hari.

Ia mengungkap salah satu pemicu antrean adalah pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi seiring lonjakan harga minyak dunia yang menembus US$ 100 per barel. "Kita tahu bahwa harga dunia sekarang kan tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang sudah mencapai 100 lebih, 100 dolar (AS) lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak kita naikkan," terangnya.

Penggunaan BBM Subsidi Berlebihan Disorot Bahlil

Selain pergeseran konsumsi, Bahlil menyebut ada temuan kepolisian terkait dugaan penggunaan BBM subsidi secara berlebihan yang ikut memperpanjang antrean di sejumlah titik di Makassar.

Menurutnya, terdapat kendaraan yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas sangat besar, bahkan disebut mencapai 700 liter hingga 1 ton untuk menampung BBM.

Praktik tersebut menjadi perhatian pemerintah karena BBM subsidi diperuntukkan bagi penerima yang memenuhi kriteria. Presiden Prabowo Subianto, kata Bahlil, telah memberi arahan agar persoalan itu ditertibkan. "Arahannya harus segera kita tertibkan. Karena kita tahu bahwa pemerintah itu kan regulator. Implementasi di lapangan itu kan adalah Pertamina. Jadi saya melakukan koordinasi terus dengan Pertamina," kata Bahlil.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) agar kebijakan BBM berjalan efektif di lapangan dan distribusi tetap lancar sehingga antrean tidak kembali meluas.

Imbauan Bahlil: Pengguna Mampu Jangan Ambil BBM Subsidi

Bahlil mengimbau masyarakat yang secara ekonomi mampu untuk tidak menggunakan BBM subsidi. Ia menegaskan subsidi diberikan pemerintah untuk membantu kelompok yang berhak menerima.

Imbauan itu disampaikan di tengah meningkatnya tekanan terhadap konsumsi BBM subsidi seiring kenaikan harga minyak dunia, sementara harga BBM subsidi tetap dipertahankan oleh pemerintah.

"Saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," pungkas Bahlil.

Pemerintah meminta Pertamina terus memantau distribusi di lapangan agar penyaluran tepat sasaran. Kasus antrean di Makassar menjadi perhatian karena memperlihatkan potensi tekanan ketika harga minyak global naik sementara harga BBM subsidi tetap dijaga.

Rekomendasi