OJK Terbitkan 1.277 Sanksi demi Pasar Modal yang Transparan dan Berintegritas

Menurut para ahli, tindakan OJK yang menindak 1.277 pelanggaran pasar modal merupakan langkah nyata dalam reformasi untuk meningkatkan transparansi dan melindungi investor ritel.

Wuri Anggarini
Oleh Wuri Anggarini - Reporter
OJK Terbitkan 1.277 Sanksi demi Pasar Modal yang Transparan dan Berintegritas
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hingga akhir Agustus 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan sebanyak 1.277 sanksi terkait pelanggaran peraturan di pasar modal. Tindakan ini dianggap sejalan dengan upaya untuk mereformasi pasar modal di Indonesia.

Hans Kwee, seorang praktisi di bidang pasar modal, melihat langkah tegas yang diambil OJK sebagai strategi penting untuk meningkatkan integritas pasar. Ia percaya bahwa penegakan hukum yang konsisten adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

"Otoritas kita sedang melakukan reformasi di pasar modal. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan transparansi dan integritas. Tentu penegakan hukum dan aturan menjadi bagian integral dari proses tersebut," ungkap Hans saat dihubungi pada Rabu (2/9/2026).

Ia menyadari bahwa penguatan dalam penindakan pelanggaran bukanlah hal yang baru, melainkan telah berlangsung cukup lama, mencakup sanksi administratif dan denda. Hal ini menunjukkan komitmen OJK untuk menegakkan aturan yang ada di pasar.

"Trennya memang meningkat. Namun, kita harus melihat bahwa jumlah pelaku pasar, mulai dari emiten hingga investor juga bertumbuh. Ketika aktivitas pasar meningkat, konsekuensinya jumlah pihak yang terkena sanksi atau denda secara rasional ikut bertambah," jelasnya lebih lanjut.

Co-Founder Pasar Dana ini juga mencatat bahwa penindakan kini semakin meluas, termasuk menjangkau influencer keuangan. "Sekarang sanksi bahkan diberikan kepada pihak-pihak seperti influencer. Jadi variasi penindakannya pun kian beragam," tambah Hans.

Meski demikian, Hans menekankan bahwa OJK tetap bersikap hati-hati dan mempertimbangkan dengan seksama sebelum menyatakan suatu pihak bersalah. Pendekatan yang komprehensif ini penting untuk memastikan keadilan dalam proses penegakan hukum.

Tindakan terhadap Manipulasi Pasar

Sempat Terseok hingga Kena Trading Halt, IHSG Sedikit Membaik pada Penutupan Perdagangan Hari Ini
Dalam gambar, layar elektronik menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Hans Kwee menambahkan, aspek lain yang perlu terus menjadi fokus OJK adalah penanganan dugaan manipulasi pasar yang kerap menjadi sorotan publik.

"Langkah OJK sejauh ini sudah baik. Namun, manipulasi pasar memang harus benar-benar ditindak tegas agar investor ritel tidak dirugikan. Buktinya sudah ada, bahkan influencer yang melakukan pump and dump (ngepom-pom) saham sudah ada yang ditindak," imbuhnya.

Rekomendasi