Harga solar di Amerika Serikat kembali merangkak naik dan mendekati puncak pergerakan pada April, ketika fase awal konflik AS-Iran memanas. Kenaikan tajam ini kembali mengangkat risiko inflasi bagi perekonomian global.
Mengutip Yahoo Finance, Rabu (2/9/2026), American Automobile Association (AAA) mencatat rata-rata harga eceran solar AS mencapai US$ 5,688 atau sekitar Rp 101.001 per galon pada Selasa (1/9/2026) waktu setempat. Level tersebut hanya terpaut tipis dari rekor April dan merupakan yang termahal sejak pertengahan 2022.
Solar memiliki peran vital sebagai bahan bakar utama armada truk, kegiatan pertanian, hingga konstruksi. Lonjakan di tingkat eceran langsung menekan biaya industri sekaligus pengeluaran konsumen.
Tahun ini, pergerakan harga dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina. Moscow, yang biasanya menjadi salah satu pemasok utama dunia, memangkas kuota ekspor setelah rangkaian serangan terhadap fasilitas kilang minyak mereka.
Advertisement
Trump Kumpulkan Bos Kilang, Target Turunkan Harga Solar
Untuk meredam keresahan publik atas lonjakan biaya hidup jelang pemilu sela November, Presiden Donald Trump menggelar pertemuan tertutup dengan para pengusaha kilang minyak AS pada awal pekan ini. Ia mendorong peningkatan produksi solar dan bensin dalam negeri.
Menurut penuturan seorang pejabat Gedung Putih, Trump menegaskan keinginannya agar harga BBM segera turun dan meminta para eksekutif merumuskan strategi penambahan kapasitas produksi.
Di sisi lain, Goldman Sachs Group Inc. terus mengingatkan makin ketatnya pasokan solar global. Serangan terhadap kilang di Timur Tengah dan Rusia dinilai kian menggerus kapasitas produksi dunia. Dalam laporan bertanggal 28 Agustus, para analis menyimpulkan solar kini berada di pusat pendorong utama kenaikan harga energi.
Advertisement
10 Negara dengan Harga Solar Termahal Saat Ini
Di Indonesia, Pertamina menyesuaikan harga mulai 1 September 2026. Tiga produk BBM nonsubsidi—Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex—naik, sementara Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap.
Dengan penyesuaian tersebut, harga Pertamax Turbo naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter. Kenaikan lebih besar terjadi pada BBM diesel/solar: Dexlite dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter.
Mengutip data Global Petrol Prices, Selasa (1/9/2026), rata-rata harga solar dunia berada di US$ 1,59 per liter atau sekitar Rp 28.215 per liter (kurs Rp 17.745 per US$).
Meski demikian, harga eceran sangat bervariasi antarnegeri. Umumnya, negara kaya mematok harga lebih mahal, sedangkan negara berkembang serta eksportir minyak menawarkan harga lebih rendah. Amerika Serikat menjadi pengecualian menarik karena meskipun termasuk negara maju, harga bahan bakarnya relatif murah. Perbedaan ini dipengaruhi variasi pajak dan subsidi solar di masing-masing negara.
Berikut 10 negara dengan harga BBM diesel termahal menurut Global Petrol Prices per 24 Agustus 2026.
Advertisement
Posisi 1–5: Hong Kong Hingga Swiss
- Hong Kong — Harga BBM diesel per 24 Agustus 2026: US$ 4,686 atau sekitar Rp 83.073 per liter.
- Malawi — US$ 3,375 atau sekitar Rp 59.831 per liter.
- Denmark — US$ 2,898 atau sekitar Rp 51.375 per liter.
- Liechtenstein — US$ 2,845 atau sekitar Rp 50.436 per liter.
- Swiss — US$ 2,845 atau sekitar Rp 50.436 per liter.
Advertisement
Posisi 6–10: Singapura Sampai Monaco
- Singapura — US$ 2,771 atau sekitar Rp 49.182 per liter.
- Finlandia — US$ 2,699 atau sekitar Rp 47.904 per liter.
- Israel — US$ 2,659 atau sekitar Rp 47.194 per liter.
- Jerman — US$ 2,643 atau sekitar Rp 46.910 per liter.
- Monaco — US$ 2,623 atau sekitar Rp 46.555 per liter.