Desa Wisata Candirejo, Jawa Tengah siap menjadi destinasi andalan menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah 2026 pada Oktober mendatang. Langkah ini difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam menghadirkan standar pelayanan, pendampingan, serta keselamatan pengunjung yang lebih optimal.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk PETIR (Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Wisata Candirejo). Pelatihan ini diinisiasi oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta (UP2B Jateng & DIY) untuk memoles kompetensi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, khususnya di area arung jeram Pesona Garda.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa kesiapan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memberikan layanan yang aman dan profesional.
"Penguatan kompetensi pengelola menjadi bagian penting dalam memastikan potensi wisata Desa Candirejo dapat berkembang secara berkelanjutan. Kami berharap peningkatan kapasitas ini dapat mendukung kualitas dan keamanan layanan wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujar Munawwar dikutip Rabu (2/9).
Selama pelatihan, para pengelola Pesona Garda dibekali beragam materi krusial, mulai dari dasar-dasar keselamatan air, pemanduan wisata (tour guide), pemahaman K3 Umum, hingga sertifikasi Pemandu Wisata Rafting hasil kolaborasi dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Three S Academy.
Manager PLN UP2B Jateng & DIY, Rachmat Hidayat, mengatakan peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan pengelola wisata dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung, khususnya ketika terjadi peningkatan aktivitas wisata seiring dengan penyelenggaraan PORPROV Jawa Tengah 2026.
"Keselamatan dan kualitas pelayanan menjadi hal yang penting dalam pengelolaan wisata arung jeram. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap para pengelola memiliki kompetensi yang semakin baik sehingga mampu memberikan rasa aman dan pengalaman wisata yang berkualitas bagi pengunjung," ungkap Rachmat.
Advertisement
Manfaat Langsung Bagi Masyarakat
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Candirejo, Muhammad Zamroni, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan destinasi wisata.
"Program ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan dan pelayanan wisata. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi, kami semakin siap mengelola wisata arung jeram Pesona Garda secara profesional dan aman, termasuk dalam menyambut PORPROV Jawa Tengah 2026,' ujar Zamroni.
Hadirnya dukungan pelatihan dari program PETIR PLN ini tak hanya memperkuat daya saing dan aspek keamanan destinasi wisata Candirejo menjelang lonjakan wisatawan PORPROV 2026, tetapi juga menjadi dorongan jangka panjang bagi perekonomian masyarakat lokal berbasis pariwisata berkelanjutan.