Kredit BRI Tembus Rp1.646 Triliun di Triwulan II 2026, Tumbuh 16,2 Persen Gerakkan Ekonomi Negeri

Pada Triwulan II 2026, BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.646 triliun, mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 16,2 persen dan melebihi rata-rata pertumbuhan perbankan nasional.

Wuri Anggarini
Oleh Wuri Anggarini - Reporter
Kredit BRI Tembus Rp1.646 Triliun di Triwulan II 2026, Tumbuh 16,2 Persen Gerakkan Ekonomi Negeri
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal dengan sebutan BRI, berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam penyaluran kredit hingga akhir Triwulan II 2026. Jumlah kredit yang disalurkan oleh BRI mencapai Rp1.646 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 16,2% dibandingkan dengan Rp1.417 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan perhitungan tahunan atau year-on-year (yoy).

Dengan pencapaian ini, BRI menunjukkan laju penyaluran kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit di sektor perbankan nasional yang tercatat sebesar 12,7% yoy. Hal ini mencerminkan kinerja BRI yang sangat baik di tengah persaingan di industri perbankan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan pencapaian ini dalam sebuah konferensi pers mengenai Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 yang berlangsung di Kantor Pusat BRI di Jakarta pada hari Senin (31/8). Dalam acara tersebut, hadir pula Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu R.K., serta beberapa direktur lainnya yang turut mendukung acara tersebut.

Hery menekankan bahwa pertumbuhan dalam penyaluran kredit ini mencerminkan peran BRI sebagai lembaga intermediasi yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, pencapaian ini juga menunjukkan hasil dari upaya transformasi yang terus dilakukan oleh perusahaan dengan konsisten.

"Berbagai agenda transformasi BRI bukan hanya rencana strategis ke depan, melainkan juga sudah kami eksekusi dan menunjukkan hasil yang positif terhadap kinerja BRI. Bisnis tumbuh semakin kuat, intermediasi meningkat, rasio kredit bermasalah menurun dan pada saat yang sama pertumbuhan tersebut mampu kami konversikan menjadi peningkatan profitabilitas," ujar Hery. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan BRI dalam menghadapi tantangan dan terus berinovasi untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Kenaikan Kredit Mendorong Aset BRI Capai Rp2.352 Triliun

Pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan aset BRI yang mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7% yoy. Sementara itu, kemampuan BRI untuk menyalurkan kredit ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun, meningkat 6,7% yoy dibandingkan Rp1.482 triliun pada akhir Triwulan II 2025. Pertumbuhan DPK tersebut diikuti perbaikan struktur funding, tercermin dari rasio CASA yang meningkat dari 65,5% menjadi 67,6% pada periode yang sama.

Di tengah ekspansi kredit yang terus berjalan, BRI tetap menjaga kualitas pertumbuhan kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) membaik dari 3,0% pada Triwulan I 2026 menjadi 2,9% pada Triwulan II 2026. Perbaikan tersebut juga diikuti penurunan Cost of Credit dari 3,4% menjadi 3,1%, atau membaik sekitar 30 basis poin.

Hery mengatakan BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan ekspansi tersebut menghasilkan kualitas aset dan profitabilitas yang berkelanjutan.

“Growth is back, strong. Kualitas pertumbuhan dari sisi risiko tetap kami jaga dan kami optimistis ke depan,” ujar Hery.

Dengan fundamental yang kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat terus melanjutkan momentum positif ini ke depan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta menjaga keseimbangan antara growth, profitability, dan sustainability, sehingga BRI dapat terus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan dan memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian Indonesia.

Rekomendasi