Pemerintah tengah memproses hibah lahan seluas 31,3 hektare di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, untuk dialihkan kepada Danantara.
Aset hibah dari PT Lippo Cikarang Tbk itu diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan rumah susun subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan proses administrasi hibah saat ini ditangani Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Advertisement
Proses Administrasi di Kemenkeu
Dony menyampaikan perkembangan terbaru terkait administrasi hibah tersebut.
"Untuk hibah lahan 31,3 hektare di Meikarta, statusnya saat ini ada di Kementerian Keuangan dan sudah diterima hibahnya," ujar Dony Oskaria.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela Danantara Housing Expo di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).
Setelah penetapan aset sebagai Barang Milik Negara (BMN) di Kemenkeu selesai, aset akan dialihkan ke Danantara melalui mekanisme Penyertaan Modal Negara (PMN) yang memerlukan persetujuan DPR RI.
Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan seluruh tahapan hukum harus dipenuhi.
"Tujuannya baik, maka caranya juga harus prudent dan hati-hati. Saya mengapresiasi Danantara karena prosesnya berjalan benar dan cepat," kata Maruarar.
Advertisement
Rencana 141 Ribu Unit oleh Danantara
Sebelumnya, Maruarar Sirait menyebut Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara siap membangun 141.000 unit rumah susun subsidi di atas lahan hibah tersebut. Ia menyatakan proses serah terima lahan ke negara berjalan lancar berkat koordinasi lintas lembaga, termasuk Kemenkeu serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
"Lahan ini siap digunakan oleh Danantara dan BUMN untuk membangun serta membiayai 141.000 unit rumah susun di Meikarta, Kabupaten Bekasi," tuturnya.
Penyelesaian status lahan menjadi titik terang dimulainya proyek hunian vertikal terpadu. Pemerintah memanfaatkan aset ini untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal terjangkau bagi pekerja dan masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah penyangga Jakarta, sekaligus merespons backlog perumahan di tengah tingginya harga tanah perkotaan.
Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menambahkan pengembangan kawasan akan dijalankan melalui unit khusus, yakni Danantara Housing. Proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penyediaan pembiayaan yang ramah kantong.
"Danantara Housing yang akan membangun, bekerja sama dengan pihak perbankan untuk pembiayaannya. Yang terpenting, kami menghitung skema skema cicilan agar benar-benar terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah," jelas Rosan.