Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memberikan edukasi terkait pentingnya energi terbarukan dan sawit kepada 5.000 Pramuka di Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.
Wakil Ketua Umum Aprobi, Catra de Thouars menyatakan dalam kegiatan yang berlangsung di Kampung Teknologi Seni Budaya (TSB), Buperta Cibubur, Jakarta Timur itu pihaknya memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan/bahan bakar nabati, di mana saat ini Indonesia telah mengimplementasikan program mandatori biodiesel hingga B50.
"Pramuka memiliki peranan penting sebagai agen literasi sawit untuk menjawab isu negatif dan memberikan informasi positif sawit kepada masyarakat dalam hal pengembangan energi terbarukan khususnya program biodiesel," kata Catra dikutip dari Antara, Sabtu (22/8).
Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya ingin menyampaikan manfaat sawit yang sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari serta informasi bahwa sawit merupakan aset sumber daya alam penyumbang devisa terbesar untuk negara. "Sehingga harus kita berbangga dan menjaganya dari berbagai informasi negatif," katanya.
Dalam sosialisasi tersebut Aprobi menyampaikan beberapa hal kepada generasi muda Pramuka di Jamnas XII 2026 yakni Program Mandatori Biodiesel hingga B50 yang menjelaskan capaian Indonesia dalam memanfaatkan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit serta peranan sawit sebagai bahan baku utama biodiesel.
Kemudian pemanfaatan minyak sawit dalam 24 Jam agar geneasi muda Pramuka memahami bahwa penggunanaan sawit tidak sebatas untuk minyak goreng, tetapi, mereka menyadari bahwa produk olahan sawit digunakan dalam kehidupan sehari-hari selama 24 jam penuh.
Advertisement
Kontribusi Sawit Sebagai Penyelemat Ekonomi
Selain itu juga kontribusi sawit sebagai penyelamat ekonomi dan devisa yang bersifat strategis dan penyumbang devisa terbesar bagi negara.
Aprobi, lanjut Catra mulai aktif mengikuti kegiatan kepramukaan nasional pada Jambore Nasional X 2016, dilanjutkan Raimuna Nasional XI 2017 kemudian rutin di setiap kegiatan kepramukaan nasional berikutnya hingga Jamnas XII pada 15 - 20 Agustus 2026 dengan dukungan BPDP.
Ahmad Ramasaputra, Pramuka Penggalang Kwarcab Indragiri Hilir Kwarda Riau menyatakan melalui kegiatan edukasi tersebut lebih mengenal pemanfaatan sawit untuk produk makanan dan energi yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
"Jadi penggunaan sawit ini tidak hanya untuk minyak goreng melainkan sangat dibutuhkan bagi kebutuhan bahan bakar kendaraan masyarakat melalui biodiesel sawit," ujarnya.
Sementara itu, Artan Afrizal Zahran, Pramuka Kwarcab Nganjuk Kwarda Jawa Timur, mengakui pemanfaatan sawit sangat luar biasa perannya untuk menjadi produk bernilai tambah tinggi.
"Informasi inilah yang perlu disampaikan kepada generasi muda untuk mengimbangi informasi negatif yang menyudutkan kelapa sawit," ujarnya.