Kalahkan UEA, Indonesia Garap Proyek Mega PLTS Terbesar di Dunia

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa skala proyek ini langsung memecahkan rekor dunia.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kalahkan UEA, Indonesia Garap Proyek Mega PLTS Terbesar di Dunia
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Likupang, Sulawesi Utara berkapasitas 21 Mega Watt peak (MWp).

Indonesia resmi menggeser dominasi Uni Emirat Arab dalam pengembangan energi terbarukan. Melalui PT PLN (Persero), Indonesia kini menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tahap awal berkapasitas 5,3 gigawatt-peak (GWp), bagian dari grand desain PLTS 100 GWp.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa skala proyek ini langsung memecahkan rekor dunia.

"Ongoing project tenaga surya yang terbesar di dunia saat ini adalah di Uni Emirat Arab sebesar 5,2 gigawatt-peak (GWp). Jadi, proyek (tahap awal) 5,3 GWp pun sudah adalah ongoing project terbesar di dunia," ujar Darmawan usai acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, dikutip dari Antara, Selasa (25/8).

Pemerintah mengumumkan 14 proyek PLTS berkapasitas 5,3 GWp ini menelan nilai investasi sekitar 7,7 miliar dolar AS (Rp135 triliun). Tak sekadar investasi raksasa, proyek ini berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp4,6 triliun per tahun.

Pengembangan tak berhenti di situ. Pulau Jawa diproyeksikan mendapat tambahan kapasitas PLTS hingga 30 GWp yang dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 100 GWh. Sistem penyimpanan ini berfungsi sebagai penyangga dinamis (load follower) untuk menjaga kestabilan pasokan listrik PLTS yang berfluktuasi.

"Di Pulau Jawa pun akan ada penambahan sekitar 30 GWp PLTS dari seluruh yang kami kombinasikan, ditambah 100 GWh Battery Energy Storage System (BESS)," kata Darmawan.

Penggunaan BESS setara dengan 4-5 GW load follower sehingga sanggup menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU). “Dan di sini cost saving-nya sekitar 100 kargo LNG,” jelasnya.

Langkah masif ini merupakan bentuk eksekusi atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui Astacita, khususnya dalam mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dan menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

"PLN adalah episentrum dalam menjalankan arahan dari Bapak Presiden. Untuk itu, teman-teman, siapkah melaksanakan arahan dari Bapak Presiden Republik Indonesia?” tegas Darmawan yang langsung disambut seruan "Siap!" secara kompak oleh para pegawai PLN.

 

Rincian 14 Proyek PLTS Strategis Indonesia

1. Enam Proyek Siap Tender (Total 4.548,92 MWp):

  • PLTS Terapung Jatiluhur: 1.688 MWp (Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jabar)
  • PLTS Terapung Cirata: 1.250 MWp (Waduk Cirata, Purwakarta, Jabar)
  • PLTS Terapung Jatigede: 636 MWp (Waduk Jatigede, Sumedang, Jabar)
  • PLTS+BESS Klaster Madura: 605 MWp (Sumenep, Jatim) – Program eliminasi BBM di Madura
  • PLTS Bali: 300 MWp (Gilimanuk, Jembrana, Bali) – Program eliminasi BBM di Bali
  • PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta: 69 MWp (Purwakarta, Jabar)

2. Tiga Proyek Tahap Groundbreaking:

  • PLTS Banyuwangi: 130,2 MWp
  • PLTS Pasuruan: 132 MWp
  • PLTS Terapung Gajah Mungkur: 134,2 MWp

3. Tiga Proyek Tahap Konstruksi:

  • PLTS Terapung Karangkates: 133 MWp (Progres 56,54%)
  • PLTS Terapung Saguling: 92 MWp (Progres 44,4%)
  • PLTS Tembesi: 46 MWp (Progres 65%)

4. Dua Proyek Tahap Peresmian:

  • PLTS Pulau Sembur: 0,92 MWp (Kepulauan Riau)
  • PLTS Pulau Rengit: 0,078 MWp (Bangka Belitung)
Rekomendasi