Meski kualitas udara menurun akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengepung, Pemerintah Kota Palembang tidak meliburkan sekolah. Para siswa tetap belajar seperti biasa namun jam masuk sekolah diundur.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengungkapkan, keputusan itu diambil berdasarkan masukan dari berbagai instansi terkait dalam rapat koordinasi belum lama ini. Pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka seperti biasa.
"Kita tidak liburkan sekolah, pembelajaran tetap biasa. Hanya jam masuknya saja diundur," kata Ratu, Selasa (25/8).
Advertisement
Waktu Masuk Sekolah
Jam masuk seluruh sekolah, mulai tingkat PAUD hingga SMP menjadi pukul 08.00 WIB dari sebelumnya pukul 06.40 WIB. Setiap anak didik wajib menggunakan masker selama dalam perjalanan menuju sekolah maupun beraktivitas di luar ruangan.
"Kita tetap offline (belajar tatap muka), jam masuknya dimulai pukul 08.00 WIB," kata Ratu.
Sementara waktu pulang sekolah masih seperti biasa, yakni pukul 15.30 WIB. Selama aturan ini berlangsung, seluruh kegiatan ekstrakurikuler yang digelar di luar ruangan ditiadakan.
"Eskul dihentikan dulu selama ada kabut asap," kata Ratu.
Terpenting lagi, Dinas Kesehatan diminta memperhatikan kebutuhan gizi anak-anak selama kualitas udara memburuk. Fasilitas pelayanan kesehatan juga diimbau siaga untuk menangani kasus ISPA.
"Tangani dengan baik pasien ISPA, makanya harus siaga, mulai dari puskesmas sampai rumah sakit," kata Ratu.
Advertisement
Kualitas Udara di Palembang
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menjelaskan, kualitas udara atau Parrlticulate Matter (PM2.5) di Palembang menunjukkan telah memasuki kategori tidak sehat. Kondisi ini dipengaruhi asap karhutla di sejumlah daerah yang terbawa masuk ke Palembang.
"Jika terpaksa keluar rumah, harus pakai masker dan kacamata agar tidak terpapar langsung dengan asap," kata Wandayantolis.