Peluang Karier di Bank Indonesia: Rekrutmen PCPM 41 Dibuka 9 Agustus, Cek Ketentuannya

Bank Indonesia membuka rekrutmen PCPM 41 pada 9–14 Agustus 2026 lewat laman resmi. Syarat, jurusan yang diterima, dan imbauan penting BI ada di sini.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani - Reporter
Peluang Karier di Bank Indonesia: Rekrutmen PCPM 41 Dibuka 9 Agustus, Cek Ketentuannya
Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Bank Indonesia membuka lowongan kerja melalui seleksi Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer (PCPM) Angkatan 41. Pendaftaran dilakukan secara daring dan akan dimulai pada 9 Agustus 2026.

"Seleksi penerimaan PCPM Bank Indonesia Angkatan 41 kembali dibuka," tulis akun Instagram resmi @bank_indonesia, Sabtu (8/8/2026).

Pendaftaran online dijadwalkan berlangsung pada 9–14 Agustus 2026 melalui laman resmi www.rekrutmenpcpmbi.id/41. Situs tersebut akan aktif mulai Minggu, 9 Agustus 2026.

"Hati-hati ya sobat! Bank Indonesia tidak memungut biaya apapun selama pelaksanaan seleksi," tulis BI.

Ketentuan Umum Pelamar PCPM BI

Beberapa kualifikasi minimal yang ditetapkan meliputi sehat jasmani dan rohani serta berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Pelamar juga harus telah dinyatakan lulus dengan strata pendidikan minimal S1.

Batas usia maksimum adalah 26 tahun untuk lulusan S1 dan 28 tahun untuk lulusan S2, dihitung per 31 Agustus 2026. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 dari skala 4,00.

Selain itu, pelamar diutamakan memiliki pengalaman aktif berorganisasi, tidak sedang menjalani ikatan dinas atau bersedia melepaskannya dari institusi lain, serta bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.

Daftar Latar Belakang Studi yang Bisa Melamar

Seleksi PCPM BI Angkatan 41 terbuka bagi berbagai disiplin ilmu. Bidang studi yang disebutkan antara lain Studi Ekonomi, Studi Pembangunan, Ilmu Ekonomi Syariah, Agribisnis/Sosial Ekonomi, Teknik Industri, dan sejumlah teknik lain seperti sipil, elektro, arsitektur, kimia, lingkungan, mesin, dan fisika.

Selain itu, Manajemen, Bisnis/Keuangan, Akuntansi, Ilmu Hukum, dan Ilmu Komunikasi juga termasuk yang dapat mendaftar. Ketentuan ini turut mencakup disiplin Matematika, Aktuaria, dan Statistika.

Bidang teknologi informasi dan ilmu sosial yang tercantum mencakup Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Hubungan Internasional, Psikologi, serta Ilmu Administrasi.

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Bauran Kebijakan

Sebelumnya, Bank Indonesia menegaskan komitmen menjaga stabilitas sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global, upaya stabilisasi nilai tukar rupiah disebut terus diperkuat untuk mendukung sasaran inflasi dan kegiatan ekonomi.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menyampaikan peningkatan optimalisasi bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam. Berbagai instrume, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing," ujar Erwin dikutip dari keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Ia juga menekankan strategi untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) disebut terus diperkuat guna mendorong pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas agar transmisi pembiayaan lebih efektif.

"Selain itu, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran juga terus diakselerasi sehingga makin mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar dia.

Rekomendasi