Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa sebanyak 6.589 Gerakan Pangan Murah (GPM) telah berhasil dilaksanakan di 38 provinsi di Indonesia hingga Juli 2026 guna menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan inflasi nasional. Inisiatif ini menjadi strategi utama pemerintah dalam memastikan akses pangan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Pelaksanaan GPM ini menjadi salah satu instrumen antalan pemerintah untuk meredam inflasi di daerah.
Direktur Stabilisasi Pangan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan data tersebut saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (01/8). Ia menjelaskan bahwa GPM telah masif dilakukan di 448 kabupaten/kota sejak Januari hingga akhir Juli 2026. Program ini merupakan hasil sinergi antara Bapanas, pemerintah daerah, DPD, dan DPR RI, seperti yang terlihat dalam pelaksanaan GPM di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Maino menekankan bahwa GPM menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh pangan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, program ini juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga. Pelaksanaan GPM yang rutin di berbagai daerah terbukti berkontribusi terhadap upaya pengendalian inflasi, sehingga masyarakat dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis GPM dalam Pengendalian Inflasi
Maino Dwi Hartono menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan salah satu instrumen utama pemerintah dalam membantu masyarakat. Program ini memungkinkan masyarakat memperoleh pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Selain itu, GPM juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan di pasaran.
Pelaksanaan GPM yang dilakukan secara rutin di berbagai daerah telah menunjukkan dampak positifnya. Hal ini terbukti berkontribusi signifikan terhadap upaya pengendalian inflasi. Masyarakat dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi.
Sebagai contoh, GPM Kota Tasikmalaya ini lengkap mulai dari legislator, senator, pemerintah kota, dan tentu Badan Pangan Nasional sendiri. Sinergi ini memperkuat efektivitas program dalam mencapai tujuannya, yakni menekan inflasi dan menjamin ketersediaan pangan.
Advertisement
Advertisement
Data Inflasi dan Kontribusi GPM di Berbagai Daerah
Berdasarkan data Juni 2026, tingkat inflasi nasional tercatat sebesar 3,34 persen. Angka ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian inflasi terus dilakukan oleh pemerintah. Sementara itu, Provinsi Jawa Barat mencatat inflasi yang sedikit lebih rendah, yakni 3,08 persen.
Kota Tasikmalaya menunjukkan hasil yang lebih baik dengan inflasi sebesar 2,72 persen. Angka ini bahkan turun dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,82 persen. Penurunan ini menjadi indikator keberhasilan program lokal dalam menekan laju inflasi.
Maino menyoroti bahwa bagi provinsi yang rajin melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara rutin setiap bulannya, tercatat memperoleh tingkat inflasi yang lebih stabil. Hal ini membuktikan efektivitas GPM sebagai penyeimbang harga di pasar. Provinsi Jawa Barat, misalnya, telah menyelenggarakan GPM sebanyak 754 kali dan masuk tiga besar terbanyak secara nasional dari segi pelaksanaan terbanyak. Inflasinya masih cukup baik di level 3,08 persen.
Advertisement
Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan pelaksanaan GPM terbanyak, mencapai 910 kali. Provinsi ini mencatatkan inflasi Juni 2026 di level yang cukup baik, 2,92 persen. Hal itu membuktikan adanya pasar murah seperti GPM dapat meningkatkan keterjangkauan harga pangan pokok bagi masyarakat.
Advertisement
Komoditas Unggulan dan Arahan Pimpinan Bapanas
Komoditas pangan yang dijual dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) utamanya meliputi bahan pokok strategis. Di antaranya adalah beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), minyak goreng kemasan, dan gula pasir. Ketersediaan komoditas ini sangat penting bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Selain itu, program GPM juga menyediakan pasokan protein hewani dengan harga di bawah pasar. Komoditas tersebut mencakup telur ayam ras, daging ayam segar, dan daging sapi beku. Penjualan komoditas ini membantu masyarakat mendapatkan nutrisi penting dengan harga yang lebih ekonomis.
Maino menambahkan bahwa pelaksanaan GPM ini sejalan dengan arahan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Beliau menekankan agar GPM terus digelar bersama pemerintah daerah serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Advertisement
Arahan ini bertujuan agar Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen yang signifikan dalam menjaga stabilitas harga pangan. Dengan demikian, ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat dapat terus terjamin. Hal ini juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Sumber: AntaraNews