Bulog Perkuat Gerakan Pangan Murah di Alor, Jamin Stok Beras Aman dan Harga Terjangkau

Perum Bulog masifkan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Alor, NTT, untuk stabilisasi harga, perluasan akses, dan menjamin ketersediaan beras 1.500 ton bagi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Perkuat Gerakan Pangan Murah di Alor, Jamin Stok Beras Aman dan Harga Terjangkau
Perum Bulog masifkan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Alor, NTT, untuk stabilisasi harga, perluasan akses, dan menjamin ketersediaan beras 1.500 ton bagi masyarakat. (AntaraNews)

Perum Bulog semakin mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan, memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, serta memastikan ketersediaan beras yang memadai. Inisiatif ini merupakan upaya nyata Bulog agar stok pangan tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi juga dapat langsung dinikmati oleh masyarakat luas.

Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum Bulog, Fauzan Dipo Pribadi, menegaskan komitmen tersebut dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu. Menurut Fauzan, GPM adalah sarana penting untuk menghadirkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan akses pangan pokok yang wajar bagi warga.

Pelaksanaan GPM pada hari Minggu tersebut berlokasi di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula, dan akan terus berlanjut. Bulog menjamin bahwa stok beras di Kabupaten Alor saat ini sangat aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan, karena sekitar 1.500 ton beras tersedia di Gudang Bulog Kalabahi Kota.

Stok Beras Aman dan Distribusi Masif

Perum Bulog memastikan bahwa ketersediaan stok beras di Kabupaten Alor berada dalam kondisi yang sangat aman. Dengan sekitar 1.500 ton beras yang tersimpan di Gudang Bulog Kalabahi Kota, pasokan untuk masyarakat Alor dinilai lebih dari cukup. Jumlah stok ini menjadi jaminan penting bagi Bulog untuk terus menyediakan pangan dengan harga yang terjangkau di tengah masyarakat.

Fauzan Dipo Pribadi menekankan bahwa stok yang ada tidak hanya akan disimpan, melainkan akan terus digerakkan. "Prinsipnya kami ingin stok yang ada tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi juga bergerak dan hadir lebih dekat dengan masyarakat," kata Fauzan. Tujuannya adalah agar manfaat dari ketersediaan pangan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bulog terus memperkuat penyaluran beras melalui berbagai saluran distribusi yang efektif. Hal ini termasuk mengintensifkan pelaksanaan GPM di sejumlah titik strategis yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan demikian, diharapkan tidak ada kendala bagi warga Alor untuk mendapatkan akses pangan pokok.

Peran GPM dalam Stabilisasi Harga

Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi oleh Bulog memiliki peran krusial dalam stabilisasi harga pangan di Alor. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyaluran pangan, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol harga di pasar. Dengan menawarkan beras berkualitas dengan harga terjangkau, GPM membantu menekan potensi kenaikan harga oleh spekulan.

Fauzan Dipo Pribadi menegaskan bahwa GPM merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. "GPM tidak hanya menjadi sarana penyaluran pangan, tetapi juga merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang wajar," ujarnya. Ini adalah bagian dari upaya lebih luas pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Bulog berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. "Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan GPM dapat dilakukan secara masif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan," tambah Fauzan. Koordinasi ini penting agar pelaksanaan GPM dapat dilakukan secara lebih masif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Tantangan Geografis

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Bulog dalam memperkuat distribusi pangan melalui GPM di Kabupaten Alor. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sinergi konkret antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan pangan. "Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau," ujar Johni.

Pemerintah Provinsi NTT menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di seluruh wilayahnya. Dukungan ini mencakup Kabupaten Alor dan wilayah lain di Nusa Tenggara Timur. "Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk di Kabupaten Alor," kata Johni.

Johni Asadoma menambahkan bahwa kondisi geografis NTT yang didominasi oleh wilayah kepulauan memerlukan kolaborasi kuat. "Kita ingin memastikan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, dapat memperoleh pangan dengan mudah dan harga yang terjangkau," jelasnya. Kolaborasi tersebut harus melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mengatasi tantangan distribusi di daerah terpencil.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi