Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat Aceh. Bersama Dinas Pangan Aceh serta Perum Bulog Kanwil Aceh, mereka meluncurkan gerakan pangan murah bersubsidi. Inisiatif ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi warga dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Kegiatan ini diselenggarakan di Aceh Besar pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara Gebyar Kreasi Amanah 2026. Sebanyak 600 paket sembako disediakan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Langkah ini merupakan upaya nyata untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Ketua Yayasan Amanah, Syaifullah Muhammad, menyatakan bahwa gerakan ini dirancang untuk mendukung daya beli masyarakat. Selain itu, inisiatif ini juga berkontribusi signifikan terhadap upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi. Masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang sudah disubsidi.
Advertisement
Advertisement
Dalam gerakan pangan murah ini, Yayasan Amanah bersama mitra menyediakan total 600 paket sembako. Setiap paket dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga dengan komposisi yang lengkap. Ini termasuk beras, minyak goreng, gula, dan telur.
Secara rinci, pasar murah ini menyediakan tiga ton beras, 1.200 liter minyak goreng, 1,2 ton gula, dan 600 papan telur. Semua komoditas ini didistribusikan ke dalam 600 paket yang telah disiapkan. Setiap paket berisi lima kg beras, dua liter minyak goreng, dua kg gula, dan satu papan telur.
Harga jual kebutuhan pokok ini telah mendapatkan subsidi sebesar Rp6 ribu per kilogram, atau total Rp66 ribu per paket. "Jadi ada 600 paket dibagikan, ditebus dengan harga yang sangat murah sekitar Rp158 ribu per paketnya," ujar Syaifullah. Harga normal paket sembako ini sebenarnya mencapai Rp224 ribu, sehingga masyarakat dapat menghemat secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Penyediaan pasar murah oleh Yayasan Amanah bersama pemerintah Aceh dan Perum Bulog memiliki tujuan strategis. Salah satunya adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi. Inisiatif ini secara langsung berkontribusi pada stabilitas ekonomi lokal.
Syaifullah Muhammad menjelaskan bahwa gerakan ini bukan hanya tentang harga yang terjangkau. "Gerakan pangan murah ini juga membantu menjamin ketersediaan dan akses pangan, serta berkontribusi dalam mengendalikan inflasi daerah," katanya. Ketersediaan pangan yang stabil adalah kunci untuk menjaga ketahanan pangan wilayah.
Dengan harga yang disubsidi, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok tanpa terlalu terbebani. Hal ini secara tidak langsung mengurangi tekanan inflasi. Upaya kolaboratif ini menunjukkan sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan BUMN dalam menjaga kesejahteraan warga.
Advertisement
Advertisement
Yayasan Amanah, atau Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat, adalah sebuah pusat kreativitas, inovasi, dan pengembangan kewirausahaan bagi generasi muda di Aceh. Organisasi ini didirikan untuk generasi muda di Aceh. Inisiatif ini diinisiasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) pada saat penyelenggaraan PON Aceh-Sumut 2024 lalu.
Fasilitas Yayasan Amanah berlokasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Tempat ini menjadi wadah kolaborasi penting. Tujuannya adalah untuk melahirkan produk lokal berkualitas tinggi dan menguatkan sektor ekonomi kreatif di Aceh.
Gedung Yayasan Amanah sendiri memiliki sejarah penting, dulunya diresmikan langsung oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Selain gerakan pangan murah, Gebyar Kreasi Amanah 2026 juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain. Ini termasuk senam jantung sehat, bazar UMKM, pojok pelayanan BSI, panen melon Amanah, dan donor darah, menunjukkan peran aktifnya dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews