Mentan Apresiasi Kinerja Bulog: Sewa Gudang Bukti Penyerapan Beras Nasional Optimal

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah Perum Bulog menyewa gudang beras tambahan, menandakan keberhasilan penyerapan beras nasional yang melampaui kapasitas penyimpanan yang tersedia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mentan Apresiasi Kinerja Bulog: Sewa Gudang Bukti Penyerapan Beras Nasional Optimal
Kinerja Serapan Beras Bulog mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah stok beras nasional mencapai 4,7 juta ton, bahkan memaksa Bulog menyewa gudang tambahan. (AntaraNews)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa langkah Perum Bulog menyewa gudang tambahan menjadi bukti nyata kinerja penyerapan beras nasional yang sangat baik. Kinerja ini bahkan melampaui kapasitas penyimpanan yang tersedia di gudang Bulog.

Pernyataan ini disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta pada Senin, 13 April. Kondisi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.

Amran menyebutkan bahwa stok beras Bulog saat ini telah mencapai 4,7 juta ton, sebuah capaian luar biasa. Tingginya volume stok ini membuat kapasitas gudang milik Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton tidak lagi mencukupi, sehingga Bulog perlu menyewa gudang tambahan berkapasitas hingga 2 juta ton, di mana sekitar 1,7 juta ton telah terpakai.

Stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini mencapai angka 4,7 juta ton, menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam penyerapan hasil produksi petani. Angka ini jauh melampaui kapasitas gudang permanen Bulog yang hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton.

Untuk mengatasi kelebihan kapasitas ini, Bulog mengambil langkah strategis dengan menyewa gudang tambahan berkapasitas 2 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,7 juta ton sudah dimanfaatkan untuk menyimpan cadangan beras nasional. Mentan Amran menegaskan, “Ini capaian hari ini, stok (beras di gudang) Bulog itu 4,7 juta ton. Ini sangat bagus.”

Strategi Bulog dalam menyewa gudang tambahan ini menjadi indikator kuat bahwa penyerapan gabah dari petani berjalan optimal. Hal ini tidak hanya menjaga stabilitas pasokan beras di pasar domestik, tetapi juga memberikan kepastian bagi para petani.

Selain mengelola stok beras, Kementerian Pertanian juga memastikan stabilitas harga gabah di tingkat petani tetap terjaga. Hal ini dilakukan melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Bulog yang berhasil menjaga stok beras nasional tetap kokoh di tengah gejolak geopolitik global dan ancaman fenomena El Nino. Kondisi ini membuktikan ketahanan sektor pangan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan masa lalu yang berdampak pada pencopotan jabatan dan pemberian sanksi kepada sejumlah pimpinan Kantor Bulog di daerah. Ia menegaskan, seluruh langkah tersebut dilakukan demi kepentingan negara, bukan pribadi.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa kehadiran Menteri Pertanian dalam rapat tersebut adalah bentuk perhatian dan dukungan penuh terhadap kinerja Bulog. Pertemuan ini juga menjadi forum penting untuk menyampaikan laporan kinerja Bulog kepada Mentan Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional.

Kedatangan Menteri Pertanian bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah dan Bulog. Sinergi ini krusial dalam memastikan target penyerapan serta pengelolaan beras berjalan optimal demi ketahanan pangan.

Rizal juga menegaskan dedikasi tinggi karyawan Bulog yang terus bekerja keras, bahkan hampir setiap hari, termasuk di akhir pekan. Ia mengutip permohonan maaf Mentan yang mengakui bahwa kerja keras ini menyita waktu pribadi karyawan, namun semua demi pengabdian kepada bangsa dan negara dalam menjaga ketahanan pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi