PPRE Kantongi Proyek Bauksit Rp870 Miliar dari Antam

PP Presisi meraih kontrak tambang bauksit Rp870 miliar dari Antam di Kalbar. Proyek mencakup penambangan hingga pengolahan dan dimulai kuartal II 2026.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
PPRE Kantongi Proyek Bauksit Rp870 Miliar dari Antam
Ilustrasi tambang, bahan galian golongan B. (Gambar oleh Enrique dari Pixabay) (@ 2024 merdeka.com)

PT PP Presisi Tbk (PPRE) memperoleh kontrak baru di sektor pertambangan bauksit milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

Proyek tersebut berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan nilai mencapai Rp870 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, proyek ini dijalankan melalui skema kerja sama operasi (KSO) bersama PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi.

Lingkup Proyek dan Jadwal Pengerjaan

Kontrak mencakup berbagai pekerjaan utama, mulai dari jasa penambangan bauksit, pengangkutan material, hingga penyediaan serta pengoperasian fasilitas pencucian (washing plant).

Tahap awal kegiatan penambangan atau first cut dijadwalkan dimulai pada awal triwulan II tahun 2026.

Proyek ini sekaligus memperluas portofolio bisnis PPRE di sektor pertambangan, khususnya untuk komoditas bauksit, setelah sebelumnya lebih dikenal pada layanan terkait mineral lain seperti nikel.

Perkuat Diversifikasi dan Sinergi BUMN

Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah, menyatakan kontrak tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan operasional perusahaan dalam mengelola proyek strategis.

“Ekspansi PPRE pada proyek pertambangan bauksit ini tidak hanya menegaskan kapabilitas PPRE sebagai penyedia jasa penambangan yang profesional dan terintegrasi, tetapi juga menjadi implementasi dari strategi perusahaan dalam melakukan diversifikasi layanan jasa penambangan diluar mineral nikel yakni bauksit," ujarnya.

Ia menambahkan kerja sama dengan ANTAM menjadi bagian dari sinergi antar-BUMN, dengan dukungan sumber daya manusia, alat berat, serta penerapan standar keselamatan dan lingkungan.

"Kami optimistis dapat memberikan kinerja terbaik dan nilai tambah yang berkelanjutan,” kata Rizki.

Rekomendasi