PLTS Terapung Karangkates: Sinergi Energi Bersih dan Pengelolaan Air Tanpa Ganggu Fungsi Bendungan

Proyek PLTS Terapung Karangkates di Bendungan Sutami dipastikan tidak mengganggu fungsi pengelolaan air utama, menandai langkah maju sinergi energi bersih di Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PLTS Terapung Karangkates: Sinergi Energi Bersih dan Pengelolaan Air Tanpa Ganggu Fungsi Bendungan
Proyek PLTS Terapung Karangkates di Bendungan Sutami dipastikan tidak mengganggu fungsi pengelolaan air utama, menandai langkah maju sinergi energi bersih di Indonesia. (AntaraNews)

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dipastikan tidak akan mengganggu fungsi utama pengelolaan air. Perum Jasa Tirta (PJT) I menegaskan bahwa seluruh tahapan konstruksi berjalan selaras dengan aspek teknis keselamatan bendungan. Hal ini disampaikan Direktur Utama PJT I Fahmi Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (14/2).

Pelaksanaan pembangunan fasilitas pembangkit ini telah melalui proses soft launching water breaking pada Jumat (13/2) lalu. Tahapan ini merupakan penanda dimulainya proses konstruksi fisik proyek. Proyek PLTS Terapung Karangkates ini dikembangkan oleh PLN Nusantara Renewables, bekerja sama dengan GD Power Hong Kong dan PJT I melalui PT Nusantara Gudang Karangkates Indonesia.

Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung target emisi nol bersih (NZE) Indonesia pada tahun 2060, serta mengimplementasikan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) yang berorientasi hijau. Keberadaan PLTS Karangkates diharapkan menjadi solusi transisi energi hijau nasional yang signifikan. PJT I berkomitmen penuh mendukung proyek ini sebagai bagian dari upaya mencapai target NZE.

Jaminan Keamanan dan Fungsi Pengelolaan Air Bendungan

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menjelaskan bahwa proyek PLTS Terapung Karangkates sangat memperhatikan keberlanjutan fungsi utama waduk. Pelaksanaan tata kelola proyek didasari pada prinsip kehati-hatian yang tinggi. Hal ini mencakup pemeriksaan struktur bendungan secara menyeluruh untuk mengantisipasi potensi kerusakan atau penurunan fungsi.

PJT I memastikan bahwa tidak ada gangguan terhadap fungsi utama pengelolaan air yang diemban oleh Bendungan Sutami. Aspek teknis keselamatan bendungan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan konstruksi. Komitmen ini menunjukkan dedikasi PJT I dalam menjaga integritas infrastruktur vital tersebut.

Fahmi Hidayat menegaskan bahwa waduk Karangkates kini memiliki peran ganda yang strategis. Selain sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, waduk ini juga berkontribusi sebagai bagian dari solusi transisi energi hijau nasional. PJT I terus berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi strategis guna mendorong inovasi dan keberlanjutan.

Sinergi Multiphak untuk Energi Bersih Nasional

Proyek PLTS Terapung Karangkates merupakan wujud nyata sinergi pengelolaan air dan energi bersih yang melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi ini terjalin antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hong Kong, dan Perum Jasa Tirta I melalui entitas PT Nusantara Gudang Karangkates Indonesia. Sinergi ini menunjukkan komitmen kolektif terhadap pembangunan berkelanjutan.

Ketika pembangunan tuntas dan PLTS Karangkates beroperasi penuh, pembangkit ini diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sebesar 100 megawatt. Kapasitas besar ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan energi bersih nasional. Kehadiran PLTS Krangkates di Bendungan Sutami menjadikannya salah satu proyek PLTS terapung berskala besar di Indonesia.

Proyek ini secara langsung mendukung target pemerintah Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih (NZE) pada tahun 2060. Selain itu, PLTS Terapung Karangkates juga mengimplementasikan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) yang berfokus pada energi hijau. Inisiatif ini adalah langkah konkret menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.

Manfaat Lingkungan dan Optimalisasi Aset Bendungan

Fahmi Hidayat optimistis bahwa PLTS Terapung Karangkates akan menjadi langkah konkret dalam mendukung optimalisasi aset bendungan secara berkelanjutan. Pemanfaatan permukaan waduk untuk energi surya tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, juga berpotensi memberikan nilai tambah lingkungan yang signifikan.

Manfaat lingkungan yang diharapkan dari proyek ini mencakup efisiensi ruang, karena memanfaatkan area permukaan air yang sudah ada. Selain itu, keberadaan panel surya terapung juga dapat membantu mengurangi laju evaporasi air dari waduk. Ini merupakan keuntungan ganda yang mendukung pengelolaan sumber daya air dan energi.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola sumber daya air, PJT I terus menunjukkan komitmennya. Mereka berupaya mendorong inovasi, keberlanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Proyek PLTS Terapung Karangkates adalah bukti nyata dari komitmen tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi